Suara.com - Psikoterapis keluarga ungkap perkataan yang tidak boleh diucapkan orang tua saat waktu makan anak karena bisa menyebabkan gangguan makan.
Waktu makan anak kerap jadi tantangan besar untuk orang tua, terlebih jika anak sudah menolak makan sayur hingga melemparkan makanan ke lantai sehingga jadi berantakan.
Tapi, seberantakan apapun saat anak makan, Psikoterapis Keluarga, Fiona Yassin menyarankan orangtua untuk menghindari kata-kata tertentu, yang bisa berdampak ke psikis anak dan juga bisa memicu gangguan makan pada anak.
Fiona menyoroti setidaknya ada 4 perkataan yang harus dihindari orang tua selama waktu makan anak, mengutip Mirror, Sabtu (27/8/2022).
1. Habiskan makanannya!
Ini adalah kalimat yang sangat sering dikatakan hampir semua orang tua. Padahal seharusnya orangtua mengakui atau menghormati rasa kenyang anak. Alih-alih meminta anak menghabiskan makanannya, cobalah minta anak untuk mengukur jumlah makanan yang mereka sanggupi untuk menghabiskannya, untuk menghindari makanan terbuang.
2. Kalau mau makan sayur, nanti dikasih es krim!
Hasilnya, banyak anak terpaksa memakan sayur dengan iming-iming makanan penutup seperti kue atau es krim, maupun imbalan makanan lainnya.
Padahal orang tua diminta untuk membiasakan anak makan sayur, dengan memberitahu manfaat dan alasan sayur atau buah harus dikonsumsi.
Baca Juga: Mengenal Anoreksia Nervosa: Tidak Semua Penderitanya Terlihat Sangat Kurus
3. Kalau tidak makan, nanti lemas!
Menurut Fiona, konsep makan agar tumbuh besar dan kuat menyiratkan bahwa makan adalah untuk mencapai tujuan tertentu. Padahal, makanan juga harus dinikmati, lho. Hasilnya, anak merasa gagal jika tidak memakan semua makanan.
4. Kamu kok pilih-pilih makanan, sih?
Mencap atau melabeli sebagai anak pemilih makan, bisa memberikan efek yang merusak identitas anak, sehingga nantinya anak mencap diri mereka buruk berdasarkan yang dikatakan orang tuanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Dua Jam Lawan Kebakaran, Damkar Padamkan Api yang Hanguskan Rumah Warga Jombang
-
Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7
-
Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY
-
Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat
-
IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk
-
Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi
-
253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh
-
Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat