Suara.com - Kemasan sekali pakai selama ini menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi oleh masyarakat dan berdampak ke lingkungan. Sejumlah merek belakangan mulai sadar, dan berupaya untuk mengurangi sampah dari kemasan sekali pakai.
Salah satunya ialah Nestle yang berupaya untuk memberlakukan kemasan berkelajutan dalam setiap produknya. Dalam media gathering, Rabu, (8/9/2022). Dalam kesempatan tersebut, Direktur Sustainability Nestlé Indonesia, Prawitya Soemadijo mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menciptakan kemasan yang 100% dapat didaur ulang pada tahun 2025, dan mengurangi sepertiga penggunaan plastik murni.
"Saat ini baru sekitar 80 persen kami mengplikasikan kemasan berkelanjutan, kami tinggal punya waktu 2 tahun, menyelesaikan PR kita dua hal," ujar Prawitya saat ditemui di kantor Nestle, Jakarta Selatan, Rabu, (7/9/2022).
Pratiya mengatakan bahwa langkah pertama yang ia lakukan untuk mengejar target itu ialah mendesain ulang kemasan yang ada. Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa berubah sendiri.
"kadang kita ingin redesain kemasan tapi speknya tidak memenuhi apa yang kita inginkan, masalah kemasan tidak bisa satu area harus gotong royong kami sebagai industri, suplier, pemerintah, harus hand in hand," kata dia.
"Kalau menggunakan kemasan terentu tapi speknya gak ada juga jadi tantangan."
Kemudian tantangan selanjutnya ialah melakukan edukasi. Prawitya mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan edukasi salah satunya lewat produk Milo yang menggunakan sedotan kertas untuk mengganti yang berbahan plasti.
"Upaya itu tidak bisa satu malam, harus panjang. Misalnya ada keluhan wah ini gak enak, letoy kena air itu langsung rusak kalau diperhatikan, itu ada dua hal teknologinya yang belum ada dan edukasi dan sekarang kita harus membuka mata kita ada perubahan di sini kita bersama sama untuk memperbaiki hak hal edukasi, internal Nestle sedang meredesain, dan edukasi," kata dia.
Baca Juga: Sampah Plastik Galon Sekali Pakai Diperkirakan Capai 70 Ribu Ton Setahun
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi