Suara.com - Perbedaan iklim antara Asia dan Eropa membuat tipe dan tekstur kulit wajah perempuan di dua benua itu juga berbeda. Mana yang lebih sehat?
Negara di Asia yang cenderung lebih panas, seperti Indonesia, membuat tipe kulit kebanyakan perempuan lebih berminyak.
Sedangkan perempuan di Eropa jauh lebih kering. Bahkan, tipe kulit kering perempuan Indonesia masih lebih lembab dibandingkan perempuan di Eropa dengan tipe kulit kering juga.
"Kalau di sana kering sekali. Lembab, tapi gak enak. Kalau di sini banyak kadar air. Di sana matahari terik, tapi kering. Jadi beda (tipe kulit keringnya)," ujar konsultan kecantikan Viva Cosmetics Tini Renan ditemui di Jakarta, Senin (19/9/2022).
Menurutnya, kulit perempuan Asia rata-rata lebih kenyal. Kondisi itu menandakan kulit wajah yang sehat.
Saat berkesempatan merias model Eropa diacara Front Row Paris 2022 oleh Indonesia Fashion Chamber beberapa waktu lalu, Tini merasakan bagaimana bedanya tipe juga tekstur kulit perempuan di sana dengan di Indonesia.
Tipe kulit Eropa yang lebih kering membuatnya harus lebih banyak memakaikan pelembab khusus kulit kering. Tujuannya agar make up yang digunakan nantinya lebih mudah menempel dan tahan lama.
"Kulit mereka yang usia 20 di sini dan di sana aja beda banget. Kulit orang sana cenderung tipis teksturnya. Kalau kulit kita sehat," tuturnya.
Hanya saja secara bentuk wajah, perempuan Eropa lebih mudah dipoles dengan make up karena bentuk wajahnya cenderung lebih proporsional. Di mana rata-rata bentuk wajahnya oval, mata cekung ke dalam, dan hidung yang relatif mancung juga bentuk bibir yang ideal.
Hal itu membuat proses make up bisa lebih cepat dilakukan. Tina mengaku kalau ia dan timnya hanya membutuhkan waktu 8 menit per orang saat merias model di acara Front Row Paris 2022.
"Eropa lebih mudah aplikasinya, lebih cepat, dan mereka jarang berjerawat karena (kulitnya) kering. Padahal mereka betul-betul makan berlemak, susu, keju, tapi karena kering jadi aman saja. Kalau di sini banyak makan susu, cokelat, jadi berjerawat," tuturnya.
Berita Terkait
-
7 Ciri-Ciri Sunscreen Tidak Cocok di Kulit Wajah, Perlu Dihentikan Dulu
-
Kulit Wajah Kemerahan Pakai Skincare Apa? Atasi dengan 7 Kandungan Ini
-
Wajah Kusam dan Bruntusan? Coba 4 Exfoliating Face Wash Murah Cuma Rp30 Ribuan!
-
Kolagen Jadi Kunci Kulit Awet Muda, Perawatan Pengencangan Non Invasif Hadir Lebih Nyaman
-
Tampil Cantik saat Melahirkan, Bolehkah Ibu Hamil Pakai Make Up untuk Persalinan?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi