Suara.com - Penyanyai dangdut Lesti Kejora membuat heboh setelah mencabut laporan kepolisian untuk Rizky Billar, suami yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadapnya.
Rizky Billar baru saja ditetapkan sebagai tersangka pelaku KDRT, dan dijerat dengan Pasal 44 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT.
Kedatangan Lesti Kejora di Polres pada Kamis (13/10/2022) malam, untuk melakukan pencabutan laporan dibenarkan kuasa hukum Rizky Billar, Surya Darma Simbolon.
"Surat pencabutan laporan sudah ditandatangani," ujar Surya di Polres Metro Jakarta Selatan.
Seperti diketahui Lesti adalah korban KDRT yang melaporkan perbuatan KDRT Billar ke polisi. Sebelumnya ia juga melampirkan bukti hasil visum, rekaman video CCTV hingga foto lebam dan luka.
Melihat perbuatan Lesti, berhasil membuat masyarakat bertanya-tanya, penyebab korban KDRT sulit untuk meninggalkan dan lepas dari pelaku?
Mengutip situs Laporan Polisi Los Angeles, LAPD, ada banyak alasan dan sebab korban KDRT tidak bisa lepas dari penyiksaan pelaku KDRT, menyebabkan KDRT bagai lingkaran setan yang tidak pernah bisa berhenti, seperti sebagai berikut:
1. Rasa sayang dan cinta
Korban KDRT mencintai pelaku, sehingga menganggap tidak setiap saat pelaku melakukan KDRT, dan ada masa saat dia disayangi.
2. Rasa takut
Korban KDRT takut kepada pelaku, dan menganggap pelaku seperti dewa. Bahkan tak jarang korban diancam, seperti akan membunuh atau merasa masa depannya terancam. Kondisi juga bisa diperparah jika polisi di mata korban tidak memberikan perlindungan hukum.
3. Tidak mau mengaku sebagai korban
Bahkan meski yang melaporkan adalah tetangga dan bukan korban, tapi korban tetap akan jadi pelampiasan marah pelaku KDRT. Hasilnya saat polisi datang, korban tak mau mengaku jika sudah jadi korban pemukulan.
4. Ketergantungan ekonomi
Ekonomi korban bergantung pada pelaku, sehingga ia merasa tidak punya keterampilan kerja, sehingga tidak bisa punya sokongan ekonomi selain yang diberikan pelaku.
Berita Terkait
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Rizky Billar Hasut Publik Report Akun Facebook Matamata.com Karena Dinilai Sebarkan HOAX
-
Bintang Sinetron Evan Marvino Diduga Aniaya Istri, Tak Terima saat Ditagih Uang Nafkah
-
Dituduh Selingkuh dengan Asila Maisa, Rizky Billar Siap Polisikan Akun Penyebar Hoaks
-
Selebgram Wasmah Syirin Akui Jadi Korban KDRT, Sebut Proses Cerai Dipersulit Suami
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan