Suara.com - Hiking atau mendaki gunung dan juga berkemah merupakan kegiatan yang cocok bagi para pecinta alam. Biasanya, para pendaki akan membawa perlengkapan yang dibutuhkan dalam perjalanan.
Selain itu banyak pula pendaki yang mengajak orang terkasih untuk melihat alam bersama. Siapa sangka, sepasang suami istri mengajak anaknya untuk mendaki dan berkemah bersama.
Uniknya, pasangan ini sudah mengajak sang buah hati sejak masih berumur 4 bulan. Hal ini mereka bagikan melalui akun TikTok naziemiyusoff.
Dalam video yang merupakan kompilasi foto tersebut, tampak pasutri asal Malaysia ini mempersiapkan dengan sangat matang demi kenyamanan buah hati selama mendaki. Mereka membawa gendongan M shape untuk digunakan selama perjalanan.
Selanjutnya, ban untuk anaknya berenang di sungai juga disiapkan. Tak hanya itu, hammock demi kenyamanan anak saat tidur pun dibawa.
Bagian dalam tenda juga diberi alas empuk agar tubuh anak tak kesakitan. Bahkan, mereka juga pernah membawa troli untuk sang buah hati.
Keluarga kecil ini tampak rutin berkemah dan mendaki hingga sang anak tumbuh dan bisa berjalan sendiri. Mereka juga mengungkapkan selalu mengamalkan ayat kursi dan salawat Nabi Sulaiman sebanyak 7 kali untuk meminta perlindungan Tuhan.
Unggahan ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Udah kelihatan kalo ortunya juga nggak sembarangan bawa anak, tapi juga udah punya ilmu yang lebih dari cukup buat ngejaga anaknya," komentar seorang warganet.
Baca Juga: 5 Alat yang Wajib Dibawa saat Mendaki Gunung
Warganet lain ikut berkomentar. "Sumpah. Ini orang tuanya keren. Kalau ada risiko, dia paham betul harus gimana," ujar warganet ini.
"Nggak buat semua orang tua ya, karena ini butuh segalanya, uang, ilmu, ketelatenan, pengalaman," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, hingga Minggu (23/10/2022), video ini sudah ditonton sebanyak 8 juta kali di TikTok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?