Suara.com - Menjadi ibu merupakan impian bagi banyak wanita. Setelah seseorang menikah, harapan untuk memiliki anak pun terasa semakin nyata.
Meski demikian, terkadang banyak faktor yang menyebabkan harapan itu tak terwujud. Salah satu contohnya seperti seorang wanita bernama Fabi Powell yang sudah bermimpi menjadi ibu sejak kecil.
Pada 2014 ia bertemu sang suami, Josh, di bar Nashville pada tahun 2014, saat berkunjung dari California. Ia pun merasa tujuan untuk menemukan cinta dan memulai sebuah keluarga akan menjadi kenyataan.
Melansir dari Insider, Josh didiagnosi sarkoma kanker sinpvial yang langka setelah dua bulan hubungan mereka. Sang dokter kemudian mengatakan bahwa penyakit itu tak bisa diobati.
Dua tahun usai didiagnaosi, Josh akhirnya meninggal dunia. Powell menolak untuk membiarkan diagnosis kanker Josh mengakhiri rencana yang dia buat soal memiliki anak bersama pria yang dicintainya.
Powell berencana untuk menghormati Josh dan menggunakan sperma bekunya untuk memiliki bayi melalui IVF atau bayi tabung.
Josh membekukan spermanya selama kemoterapi dan perawatan radiasi yang dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Mereka memutuskan Powell dapat menggunakan sperma itu untuk memiliki bayi, bahkan saat Josh secara fisik telah tiada.
Powell membutuhkan waktu 4 tahun setelah Josh meninggal untuk memutuskan apakah dia ingin menggunakan spermanya.
Sebulan setelah Josh melamar Powell, mereka mengetahui bahwa kanker telah menyebar ke paru-parunya. Mereka memindahkan hari pernikahan mereka dari Mei 2017 ke November 2016.
Dalam wasiatnya, Josh menulis bahwa Powell akan mendapatkan spermanya jika sesuatu terjadi padanya.
"Dia memercayai saya dengan peran itu dan dia memberi saya restu sebelum dia meninggalkan bumi ini," kata Powell. Tetapi setelah Josh meninggal, dia ingin memastikan bahwa dirinya membuat pilihan yang tepat, jadi dia membutuhkan waktu empat tahun untuk memutuskan mencoba IVF.
Setelah dua kali pengambilan telur yang gagal di klinik Colorado, Powell pergi ke California. Powell tahu Josh dan ibunya memiliki mutasi gen yang meningkatkan kemungkinan kanker, jadi dia menguji embrionya secara genetik sehingga dia bisa memilih satu tanpa mutasi.
Dia berharap berbagi pengalamannya memberi orang lain, yang sedang menjalani IVF atau mendukung seseorang, harapan juga.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
6 Pelembap Wardah yang Ampuh untuk Kulit Kering dan Kusam Usia Matang
-
3 Sunscreen Viva untuk Lindungi Wajah dari Flek Hitam, Cocok di Kantong Ibu Rumah Tangga
-
Beda Pendidikan Jefri Nichol vs Zahwa Massaid yang Diduga Pacaran
-
7 Shio yang Diprediksi Banjir Rezeki dan Sukses di Tahun 2026
-
Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Perkiraan Berdasarkan Hadis
-
Kapan Pencairan THR Pensiunan PNS? Segini Nominal dan Potongannya
-
4 Micellar Water Viva untuk Kulit Kering, Sensitif dan Berjerawat, Hanya Rp20 Ribuan!
-
Silsilah Keluarga Zahwa Massaid, Kini Pacaran dengan Jefri Nichol?
-
7 Gaya Glamor Istri Gubernur Kaltim Sarifah Suraidah, Style Ala Noni Belanda Disorot
-
Gubernur Kaltim dari Partai Apa? Disorot karena Polemik Mobil Dinas Rp8,5 M