Suara.com - Belum lama ini beredar informasi mengenai Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara dijual. Berdasarkan informasi, Kepulauan Widi ini dilelang real estate milik asing Sotheby's Concierge Auctions yang berbasis di New York, AS.
Menanggapi masalah tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno secara tegas membantah informasi itu. Sandiaga Uno menegaskan, Kepulauan Widi hingga saat ini masih miliki Indonesia dan tidak dijual.
“Secara tegas pulau-pulau yang ada di Gugus Kepulauan Widi adalah milik Indonesia, saya garis bawahi tidak dijual,” ucap Sandiaga Uno dalam The Weekly Brief With Sandi Uno, Senin (5/12/2022).
Lebih lanjut, Sandiaga Uno menjelaskan jika informasi yang beredar itu salah. Namun, untuk informasi Kepulauan Widi dikelola perusahaan swasta itu benar adanya.
Sandiaga Uno menuturkan, pengelolaan itu terjadi karena adanya pihak kerja sama dari pemerintah daerah dengan pihak swasta yang berbasis di Bali. Kerja sama itu diperuntukan untuk pengembangan investasi dan akomodasi. Hal tersebut, yang ditawarkan kepada para investor, bukan dijual secara bebas seperti informasi baru-baru ini.
“Jadi pulau-pulau tersebut oleh pemerintah daerah dikerjasamakan dengan pihak ketiga, yaitu pihak swasta yang berbasis di Bali untuk pengembangan investasi dan juga akomodasinya. Sekarang yang ditawarkan ke investasi luar negeri itu bentuk kerja samanya jadi tidak dijual,” sambung Sandiaga Uno.
Ia juga menegaskan, semua tanah di Kepulauan Widi adalah milik bangsa. Oleh karena itu, pemerintah tidak akan menjualnya begitu saja. Bahkan, jika investor mengelola dan bekerja sama Kepulauan Widi masih milik Indonesia.
“Tidak ada sekeping tanah air kita yang dijual karena memang itu adalah milik bangsa kita. Jadi pariwisata juga menjunjung kedaulatan bangsa. Walaupun investor masuk tetap saja pulau milik bangsa Indonesia,” jelasnya.
Kerja sama yang terjalin dengan pihak swasta ini juga terjalin dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya akan terus melihat perkembangannya.
Baca Juga: Indonesia akan Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Tiru Langkah 4 Negara ASEAN
“Pengelolaan ini jangka panjang, jadi kerja sama pemerintah daerah dengan pihak ketiga jadi tentunya berlangsung lama, tapi kita akan lihat gimana perkembangannya dengan investor baru yang terjaring proses penawaran investasi,” ujarnya.
Ia berharap, dengan adanya pengelolaan Kepulauan Widi, wisata ini bisa menjadi pariwisata unggulan ke depannya. Menurut Sandiaga Uno, Kepulauan Widi memiliki potensi untuk menjadi destinasi yang potensial seperti wisata unggulan lainnya di Indonesia timur.
“Jadi ini (Kepulauan Widi) bisa jadi Maldives-nya Indonesia, DAN jadi daya tarik utama selain Raja Ampat, Labuan Bajo, dan beberapa destinasi unggulan di Indonesia timur,” pungkas Sandiaga Uno.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim