Suara.com - Acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono tinggal menghitung hari. Adat jawa dipastikan akan sangat kental dalam acara tersebut lantaran kedua mempelai sama-sama berdarah Jawa.
Sehingga terdapat aturan kalau tamu undangan tidak boleh memakai pakaian batik motif parang. Kaesang sendiri menjelaskan alasannya.
"Yang boleh memakai motif itu kan Kanjeng Gusti (keluarga bangsawan Yogyakarta). Yang lain, kita kan rakyat biasa harus pakai yang biasa," jelas Kaesang usai gelar doa di Puro Mangkunegaran, Solo, dikutip dari kanal YouTube berita surakarta, Rabu (7/12/2022).
Aturan tersebut memang harus ditaati oleh tamu. Bahkan bila ada yang lupa tetap memakai batik parang, Kaesang mengatakan harus mengganti pakaiannya.
"Ganti. Banyak toko batik di depan, kok. Nanti kita jualan batik juga di depan, deh," jawab Kaesang sambil sedikit tertawa.
Sebelumnya sang kakak, Gibran Rakabuming Raka juga telah menyampaikan kalau larangan memakai batik motif parang memang telah jadi aturan di Puro Mangkunegaran.
"Untuk masuk Pura Mangkunegaran tidak boleh pakai batik motif parang atau lereng. (Larangan itu) Aturan dari Kanjeng Gusti (Mangkunegoro X) yang menyarankan (larangan). Aturan dari puro," kata Gibran.
Motif batik parang lereng ini terlihat berulang dengan mengikuti garis diagonal. Motif ini konon diciptakan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo yang terinspirasi oleh ombak di Pantai Selatan Jawa.
Jika dilihat lebih seksama, motif batik parang ini memang mirip seperti jajaran ombak menggulung secara diagonal.
Baca Juga: Kaesang dan Erina Akan Menikah, Kenali Beda Paes Solo dan Paes Jogja
Nama motif parang berasal dari kata pereng atau lereng yang merupakan gambaran dari arah diagonal batik.
Dikutip dari situs Puro Mangkunegaran, aturan larangan mengenakan motif batik tertentu sudah umum dilakukan di berbagai tempat sepeti di Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Puro Pakualaman Yogyakarta. Demikian pula di Pura Mangkunegaran Solo yang punya larangan motif batik parang.
Alasan batik parang dilarang digunakan oleh pengunjung karena motif tersebut hanya boleh digunakan oleh Adipati dan keluarganya. Aturan ini tak lepas dari sejarah berdirinya Dinasti Mataram.
Aturan pemakaian batik parang hanya boleh dipakai oleh Raja dan keturunannya sudah terjadi sejak Mataram berkuasa hingga masa kemerdekaan.
Puro Mangkunegaran akan menjadi lokasi resepsi pernikahan Kaesang dan Erina pada Minggu, 11 Desember 2022. Sementara akad nikah akan dilaksanakan sehari sebelumnya di Yogyakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
-
BPOM Temukan 11 Kosmetik Lokal Berbahaya, Cek Daftar Lengkapnya
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik pada 15 Juli 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
-
Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik
-
Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia
-
Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli
-
3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud
-
11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan