Suara.com - Berwisata ke pegunungan atau daerah-daerah dengan pemandangan musim dingin yang indah memang sebuah pengalaman yang mengasikkan. Dalam kesejukan, kita bisa merasakan segarnya udara sambil melakukan berbagai aktivitas menarik ataupun sekedar menikmati pemandangan.
Sayangnya, bagi kita masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan dua musim, kendala cuaca dan iklim ekstrem seperti suhu yang dingin seringkali menghambat untuk menikmati pengalaman tersebut.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemilihan pakaian yang dapat melindungi dari cuaca yang ekstrim tentu menjadi salah satu kebutuhan yang tak boleh dilupakan. Memenuhi hal ini, Columbia Sportswear memperkenalkan sebuah teknologi yang mumpuni pada pakaian yang digunakan, agar kita dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.
"Teknologi terbaru yang bernama Omni-Heat Infinity ini sebenarnya sebuah evolusi dari teknologi Omni-Heat Thermal-reflective warmth yang sebelumnya telah diterapkan pada produk-produk Columbia Sportswear," jelas Brand Manager Columbia Sportswear Indonesia, Helmi Mugni dalam siaran pers yang Suara.com terima belum lama ini.
Omni-Heat Infinity, lanjut dia terinspirasi oleh teknologi reflektif yang digunakan oleh NASA, dimana pola titik-titik logam berwarna emas pada bagian dalam dapat memantulkan dan mempertahankan panas tubuh alami serta memberikan kehangatan instan. Sistem inovatif ini memungkinkan pakaian tetap ringan tanpa mengurangi kemampuan bernapas atau menambah volume pada saat digunakan.
Teknologi terbaru dari Columbia Sportswear yaitu Omni-Heat Infinity, kata dia dapat membantu penggunanya agar tetap hangat saat berkegiatan dalam kondisi dingin seperti pendakian gunung, perjalanan ke dataran tinggi, maupun berlibur ke negara beriklim dingin.
"Kini dengan lapisan berwarna gold, bukan hanya secara visual saja yang berubah, tetapi Omni-Heat Infinity diklaim sekitar 40% lebih optimal dalam memantulkan panas dibandingkan dengan seri Omni-Heat sebelumnya, tanpa mengurangi kemampuan breathability dan tetap terasa ringan," jelas dia.
Lapisan berwarna emas pada seri Omni-Heat Infinity ini tidak hanya diterapkan di jaket saja tetapi juga pada topi, sepatu, sarung tangan dan lainnya. Dengan memakai produk yang berteknologi ini, kamu tidak perlu lagi menggunakan banyak lapisan pakaian pada saat berada di daerah bersuhu atau iklim dingin, cukup dengan layering system standar.
Baca Juga: 7 Tempat Menginap Paling Nyaman untuk Liburan Musim Dingin
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana