Suara.com - Baru-baru ini, cukup banyak orang yang membicarakan diet timun. Sederhanya, ini adalah diet di mana Anda akan memaksimalkan konsumsi timun setiap harinya.
Apa itu diet mentimun?
Dilansir dari laman healthline, diet mentimun adalah program diet untuk menurunkan berat badan yang dilakukan dalam jangka pendek. Sebagian besar percobaan mengklaim bahwa diet ini dapat menurunkan berat badan hingga 7 kg selama 7–14 hari. Tentu saja ini merupakan angka diet yang sukses besar.
Selain mentimun itu sendiri, diet ini akan dilengkapi dengan makanan tinggi protein seperti telur, ayam, ikan, dan kacang-kacangan. Karena asupan gizi yang terbilang cukup terbatas, diet timun tidak dianjurkan untuk dilakukan lebih dari 14 hari.
Aturan diet timun
Kunci dari diet satu ini adalah mengganti camilan atau makanan apa pun yang Anda makan di luar jam makan dengan timun. Cara tersebut tentu dilakukan karena timun rendah akan kalori.
Makan timun sebanyak apa pun, Anda akan tetap defisit kalori. Sementara itu, karena rendah protein juga, Anda disarankan menggunakan makanan lain yang tinggi protein saat diet timun.
Apakah diet timun efektif menurunkan berat badan?
Meski cukup populer untuk menurunkan berat badan hingga 7 kg, nyatanya sampai saat ini belum ada penelitian yang secara pasti membuktikan hal tersebut.
Baca Juga: Harganya Rp2 Juta, Bentuk Alpukat Ini Bikin Salfok karena Mirip Timun Lalap
Timun dianggap sebagai bahan makanan yang tepat untuk diet karena buah satu ini rendah akan kalori. Namun, perlu Anda ingat bahwa mentimun hanya mengandung sedikit nutrisi seperti potasium, vitamin C, dan vitamin K. Buah satu ini juga rendah akan protein, lemak, serat, kalsium, zat besi, dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan tubuh.
Oleh karena itu, banyak yang kembali mendapatkan berat badan mereka setelah selesai menjalani diet timun.
Sebagai gantinya, Anda bisa menjadikan diet timun sebagai alternatif saja dan tidak bersikap terlalu ketat. Cobalah untuk memperbanyak konsumsi biji-bijian, sayuran, buah, lemak sehat, protein tanpa lemak, dan nabati yang berbeda-beda.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Terpopuler: Link Gratis Buku Broken Strings Aurelie Moeremans hingga Tren Warna Baju Lebaran 2026
-
6 Merk Kaos Lokal Selevel Adidas-Uniqlo, Bahan Nyaman Rp 50 Ribuan Keren Buat Nongkrong
-
6 Shio Paling Beruntung pada 11 Januari 2026, Akhir Pekan Kebanjiran Rezeki
-
5 Rekomendasi Sandal Empuk untuk Kesehatan Lansia, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
7 Vitamin Wajib untuk Lansia, Atasi Badan Lemas Tubuh Auto Bertenaga
-
5 Rekomendasi Parfum Mobil Terbaik yang Tidak Bikin Pusing dan Mual
-
5 Rekomendasi Sepatu Safety Krisbow Terbaik untuk Kerja, Aman dan Nyaman
-
Skincare Apa Saja yang Sebaiknya Dipakai di Usia 50-an? Simak Anjuran Dokter Kulit
-
5 Sepatu Velcro Lokal Tanpa Tali, Solusi Anti Repot Buat Orang Tua
-
5 Sabun Cuci Muka Pilihan Paling Aman untuk Lansia, Ampuh Rawat Kulit Menipis