Suara.com - Toxic atau beracun (mengandung racun), tak hanya ada pada hewan dan tumbuhan lho! Toxic bisa terjadi atau ada dalam sebuah hubungan serta sifat manusia.
Manusia toxic atau beracun bukan berarti manusia tersebut mengandung racun dalam tubuhnya.
Secara harafiah, manusia toxic digambarkan sebagai manusia yang memberikan dampak buruk pada manusia lainnya.
Dikatakan oleh psikolog Agata Paskarista, M.Psi, ada beberap penyebab mengapa seseorang tumbuh menjadi pribadi yang toxic.
Misalnya, kata Agata, ia tumbuh dengan pola asuh yang kurang kasih sayang, sejak kecil hingga dewasa.
"Misalnya pola asuh yang kurang kasih sayang, pernah dibully atau dirundung dan adanya gangguan mental yang tidak terdiagnosis," kata Agata, dikutip dari siaran pers Kata Oma Telur Gabus, Kamis (29/12/2022).
Lebih lanjut, Agata menekankan pentingnya untuk keluar dan lepas dari jeratan manusia toxic. Namun sebelum itu, penting untuk tahu lebih lanjut tanda berada dalam hubungan toxic.
"Ada beberapa tanda orang berada di hubungan toxic relationship. Mulai dari mengorbankan kebutuhan diri sendiri, merasa tidak dianggap, tidak dihargai, merasa sendiri, menarik diri dari lingkungan, selalu disalahkan," tambah Agata.
Selain itu, korban dari perilaku manipulatif manusia toxic juga cenderung selalu terlalu berhati-hati dalam bertindak serta tidak menjadi diri sendiri.
Baca Juga: Ketahui Pengertian Toxic Masculinity dan Kenali Bahayanya Terhadap Kesehatan Mental Lelaki
Dalam webinar bertajuk How to Recover from Toxic Situation yang digelar di hari jadi keempat Kata Oma beberapa waktu lalu, Agata menyebut andai pemicu yang mendasari perilaku toxic adalah depresi atau trauma, maka diperlukan perawatan dari ahli.
"Penyintas kerap membutuhkan pertolongan profesional untuk membantu melepaskan beban emosinya. kamu layak lepas dari perasaan menyalahkan diri sendiri," tambahnya.
Webinar sendiri diselenggarakan Kata Oma melalui program Mamammia, wadah bagi para Ibu untuk berbagi informasi atau edukasi dan hiburan dalam komunitasnya.
Founder Kata Oma Telur Gabus - Furiyanti mengatakan, pihaknya terus menjalankan misi untuk mendukung wanita Indonesia dalam menjalankan peran sebagai ibu penjaga kehangatan keluarga.
"Sebagai wujud nyatanya, Kata Oma rutin mengadakan platform interaksi seperti Mamammia yang diharapkan dapat memberikan semangat dan inspirasi bagi para ibu penjaga kehangatan keluarga," pungkasnga.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
7 Ide Hampers Lebaran Buatan Sendiri, Lebih Berkesan untuk Orang Terdekat
-
5 Rekomendasi Night Cream untuk Wajah Cerah Instan Esok Paginya, Auto Glowing!
-
Ramadan Jadi Momen Perkuat Hubungan Pasutri, Ini Tips Psikolog dan Ustaz untuk Rumah Tangga Harmonis
-
4 Tips Mengatasi Burnout Kerja Sambil Puasa agar Tetap Produktif
-
Arti Elemen Air Hujan Milik Vidi Aldiano Menurut Fengshui
-
5 Rekomendasi Isi Hampers Low Budget, Mulai dari Rp20 Ribuan Saja
-
15 Kata-Kata Mudik Lucu untuk Ditempel di Motor dan Mobil
-
Katalog Promo Indomaret 12-18 Maret: Harga Minyak Goreng Turun, Diskon Bahan Kue Lebaran
-
5 Cushion Minim Oksidasi, Bikin Makeup Glowing Seharian saat Lebaran
-
5 Body Lotion Alfamart dengan Kandungan SPF, Bikin Kulit Cerah dan Melindungi dari Terik Matahari