Suara.com - Paras cantik dan tubuh langsing ternyata tidak menjadi jaminan bagi presenter Maria Vania bisa mudah memiliki kekasih. Perempuan 31 tahun itu merasa dirinya belum bertemu dengan pria idamannya.
Merasa putus asa, Maria Vania sampai memakai aplikasi kencan untuk mencari pacar.
"Aku coba (aplikasi kencan). Kayak putus asa banget gue. Pengin tahu juga kayak apa," kata Maria Vania saat menjadi bintang tamu di podcast Orami Entertainment.
Tapi rupanya, Maria Vania justru diblokir aplikasi kencan tersebut. Pasalnya, banyak orang yang melaporkan profilnya karena dianggap palsu.
Urusan mencari pacar, Maria Vania rupanya memang sangat berhati-hati. Ia sangat selektif dalam hal memilih pasangan dan punya kriteria tertentu.
"Harus bertanggung jawab. Bisa nggak bertanggung jawab ke dirinya sendiri. Kalau dia konsisten pekerja keras, apalagi sama aku. Sama kerjaannya aja konsisten, berarti nih cowok bisa diandalkan," ucap Maria Vania.
Selektif dalam memilih pasangan memang perlu dilakukan. Hal itu berkaitan juga dengan menentukan apa yang sebenarnya diinginkan dalam suatu hubungan dan pasangan.
Dikutip dari Psychology Today, berikut lima alasan seseorang perlu selektif memih pasangan.
1. Penting Mengenal Diri Sendiri
Baca Juga: Viral Curhat Pasangan Gagal Nikah Karena Adat, Jumlah Mahar Bikin Besan Syok
Mengenal diri sendiri dan tahu apa yang terasa benar atau apa yang tidak terasa benar akan menentukan dalam memilih pasangan idaman. Insting sangat diperlukan saat itu. Jika ada sesuatu yang terasa "salah" atau "tidak benar", atau hal-hal "tidak sesuai", kamu berhak untuk memilih keluar dari suatu hubungan atau situasi kapan saja. Kamu tidak memerlukan "alasan" jika sesuatu atau seseorang membuat tidak nyaman.
2. Sendiri Masih Lebih Baik Daripada Menjalani Hubungan Toxic
Beberapa orang mungkin berpikir takut selamanya lajang bila keluar dari pasangan yang sebenarnya tidak membuatnya nyaman. Perasaan takut sendirian atau "lajang selamanya", dan di lain waktu dibenarkan oleh keyakinan irasional bahwa "ini sebaik yang didapat" atau "Saya tidak bisa berbuat lebih baik" sebenarnya tidak ada situasi yang baik. Menjalani hubungan, perlu rasa nyaman dari kedua pihak.
3. Nilai dan Preferensi Diri Penting
Pada akhirnya, jika kamu mencari hubungan yang sehat dan berkomitmen, sangat penting untuk saling berbagi atau mendukung nilai dan keyakinan satu sama lain. Hal itu juga yang akan menentukan kehidupan selanjutnya bersama pasangan.
4. Harus Berpikir Jangka Panjang
Jika kamu berkencan dengan harapan hubungan jangka panjang yang berkomitmen, perlu memikirkan gambaran besar dan mempertimbangkan jangka panjang. Kamu dapat memiliki koneksi dan kemistri yang paling menakjubkan dengan seseorang sementara pada saat yang sama menginginkan hal yang sama sekali berbeda atau memiliki ekspektasi yang sangat berbeda untuk suatu hubungan. Penting untuk memikirkan seperti apa kehidupan masa depan yang diinginkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim