Iniadalah cara yang bagus untuk memperkuat otot dasar panggul Anda. Otot-otot ini adalah bagian dari inti Anda, yakni kandung kemih, dubur, usus halus hingga rahim.
Ketika otot dasar panggul Anda melemah karena usia atau melahirkan, Anda mungkin akan tanpa sengaja buang air kecil atau buang angin, merasakan kebutuhan konstan untuk buang air kecil, mengalami nyeri di daerah panggul Anda, hingga mengalami rasa sakit saat berhubungan seks.
2. Senam kegel
Pertama, Anda perlu mengenali otot dasar panggul Anda. Untuk melakukannya, tahanlah seperti saat Anda menahan untuk buang air kecil. Jika Anda berhasil, Anda menemukan otot yang tepat.
Setelah Anda melakukannya, ikuti langkah-langkah ini:
- Pilih posisi untuk latihan Anda. - Kebanyakan orang lebih suka berbaring telentang untuk Kegel.
- Kencangkan otot dasar panggul Anda. - Tahan kontraksi selama 5 detik, rileks selama 5 detik lagi.
- Ulangi langkah ini minimal 5 kali berturut-turut.
Saat Anda membangun kekuatan, tingkatkan menjadi 10 detik. Usahakan untuk tidak mengencangkan paha, perut, atau bokong selama Kegel. Fokus saja pada dasar panggul Anda.
3. Latihan memiringkan panggul
Untuk memperkuat otot vagina Anda gunakan latihan memiringkan panggul.
- Berdirilah dengan bahu dan pantat menghadap ke dinding. Jaga lutut tetap lembut.
- Tarik pusar ke arah tulang belakang Anda. Saat Anda melakukan ini, punggung Anda harus rata dengan dinding.
- Kencangkan pusar Anda selama 4 detik, lalu lepaskan.
- Ulangi beberapa kali sehari.
4. Kerucut vagina atau vaginal cone
Anda juga bisa memperkuat otot dasar panggul dengan menggunakan vaginal cone. Ini adalah benda seukuran tampon yang bisa Anda masukkan ke dalam vagina dan pegang.
Untuk melakukan ini:
- Masukkan kerucut paling ringan ke dalam vagina Anda.
- Kencangkan otot Anda. Tahan di tempatnya selama sekitar 15 menit, dua kali sehari.
- Tingkatkan berat kerucut yang Anda gunakan saat Anda menjadi lebih berhasil menahan kerucut di tempatnya di vagina Anda.
Kerucut vagina membantu dengan inkontinensia urin setelah melahirkan. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan