Suara.com - Setelah kasus penganiayaan yang dilakukan kepada David, sosok Mario Dandy Satriyo hingga kini masih menjadi sorotan. Tak hanya, Mario Dandy, bahkan warganet juga menyoroti gaya hidup keluarga Mario Dandy, salah satunya sang kakak, Christofer Dhyaksadarma.
Sosok Christofer Dhyaksadarma menjadi sorotan karena dinilai memiliki gaya hidup sederhana. Hal tersebut karena anak kedua Rafael Alun Trisambodo ini dinilai sangat berbeda dari Mario Dandy yang terlihat sering flexing di media sosial.
Lantas seperti apa fakta-fakta gaya hidup Christofer Dhyaksadarma yang dinilai berbeda dengan Mario Dandy? Simak ulasannya berikut.
1. Punya mantan kekasih yang suka menghamburkan uang
Dalam potongan video siaran langsung yang diunggah akun Tiktok @dhyaksadarma_archive beberapa waktu lalu, Christofer Dhyaksadarma atau akrab disapa Masto ini menyindir mantan pacarnya.
Oleh karena itu, ketika ditanya apakah akan balikan dengan mantannya itu, Masto menolak karena tidak ingin hidup miskin.
"Enggak, enggak, enggak. Bu, saya capek miskin, bu. Saya capek enggak punya duit, bu. Capek banget, bu. Makan warteg Rp5 ribu," sindir Christofer Dhyaksadarma.
2. Tidak suka hedon
Masto rupanya tidak menyukai gaya hidup yang hedon. Hal ini karena selama pacaran, ia bisa menghabiskan uang cukup banyak. Bahkan, di ATM pribadinya, hanya tersisa saldo ratusan ribu dari berpacaran itu. Oleh karena itu ia tidak menyukainya.
Baca Juga: Dalih Ayah Sakit Stroke, Pacar Mario Dandy Dapat Pengacara Gratis alias Pro Bono!
"Mau jalan sama cewek, ya kan, kita masuk ATM BCA. Masuk, pencet isi saldo Rp 300 ribu. Masuk lagi isi saldo Rp150 ribu. Aduh, enggak, enggak, gue enggak mau lagi, dah," jelas kakak Mario Dandy itu.
3. Sering diatur oleh mantannya
Masto mengaku sering diatur dalam hal gaya pakaian. Ia mengatakan, selalu diminta untuk memakai baju mahal, memiliki gaya rambut klimis, serta berbagai hal lainnya. Padahal itu semua mengeluarkan kocek yang tidak murah.
"Tangan bersih, rambut klimis, rapi, baju mahal, segala macam, dompet Rp300 ribu. Enggak, enggak,” ucap Masto.
4. Menyukai otomotif
Menurut Masto, dibandingkan uangnya dipakai pada hal-hal yang kurang perlu, ia memilih menggunakannya untuk hobinya di bidang otomotif. Menurutnya, uang yang dihamburkan itu bisa digunakan untuk membeli mobil yang bermanfaat untuknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim
-
Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi
-
Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia
-
Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan
-
Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan
-
Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas