Suara.com - Peristiwa mengerikan kembali terjadi di Indonesia. Dukun pengganda uang Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet membunuh 11 korban penipuan yang dilakukan olehnya. Lantas, kenapa ya di zaman serba digital ini masih percaya dengan dukun?
Aksi pembunuhan Mbah Slamet terjadi di Desa Balun, Wanayasa, Kabupaten Banjarnegera. Para korban dibunuh dengan cara diracun, yakni mencampurkan air minum dengan apotas.
Para korban dibunuh karena menagih uang hasil penggandaan yang dilakukan Mbah Slamet, padahal sebelumnya dijanjikan uang hingga miliaran rupiah setelah meninggalkan uang puluhan juta.
Mengutip Scientific American, Selasa (4/4/2023) Psikolog Sosial dan Dosen Universitas Princeton, Sander van der Linden mengatakan alasan seseorang masih percaya paranormal atau termakan iming-iming dukun karena tidak semua hal bisa dijelaskan oleh sains.
Tapi sayangnya, pemikiran ini kerap jadi bumerang dan berbahaya karena rentan mendapatkan informasi yang salah. Bahkan penelitian Prancis menyebut orang dengan pemikiran tidak reflektif, bisa sangat rentan terkena penipuan.
Pemikiran reflektif adalah kemampuan menghubungkan pengetahuan terbaru dengan pengetahuan lama, yang akan jadi solusi atau pemecah masalah berikutnya.
Jadi memiliki pemikiran reflektif adalah salah satu cara agar tidak mudah terbuai pemikiran paranormal atau penipuan keagamaan.
Tapi sayangnya, pemikiran reflektif saja tidak cukup tapi perlu juga mengandalkan pemikiran intuisi untuk sehari-hari, karena kadang dua pemikiran ini bekerja bersama-sama agar dapat pemikiran bijak.
"Atau simpelnya untuk mencegah penipuan dukun, baiknya cari tahu kapan tepatnya menggunakan kekuatan intuisi atau firasat dan kekuatan analisis atau reflektif saat menyikapi sebuah masalah," jelas Linden.
Baca Juga: Profil Mbah Slamet: Dukun Serial Killer Bunuh 11 Orang di Banjarnegara
Sementara itu, kini polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan, Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio Pratama mengatakan hingga kini, polisi melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengetahui kepastian jumlah korban jiwa Mbah Slamet.
"Untuk jumlah pasti (korban pembunuhan Mbah Slamet) belum bisa kami pastikan. Namun kami terus melakukan pengembangan terkait kasus ini," ujar AKP Bintoro Thio Pratama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya
-
Urutan Skincare Pigeon Pagi dan Malam agar Kulit Glowing Alami
-
Kulit Sensitif Apa Boleh Pakai Retinol? Ini Tips Aman agar Tidak Iritasi
-
Apa Arti Smudge Proof? Ini 4 Lipstik Tahan Geser yang Awet Seharian
-
4 Shio Paling Hoki 7 Mei 2026: Rezeki Mengalir, Karier dan Cinta Bersinar Besok
-
Apa Beda Waterproof dan Transferproof? Ini 5 Cushion dengan Dua Kelebihan Sekaligus
-
Cushion Somethinc Copy Paste untuk Kulit Apa? Ini Harga dan Kelebihan Produknya
-
Ella Skincare Apakah Sudah BPOM? Ini Faktanya
-
Keberuntungan Berpihak ke 5 Shio Ini Pada 7 Mei 2026, Siap-Siap Cuan!
-
Suka Wangi Minimalis? Intip 7 Parfum Aroma Clean dari Harga Lokal Hingga Luxury