Suara.com - Tidur siang atau yang dikenal dengan istilah qailulah merupakan aktivitas yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Anjuran ini umumnya merujuk pada hadits Nabi Muhammad SAW:
"Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidak perlu tidur siang.” (HR Abu Nu'aim dalam Ath-Tsibb 1:12; Akhbar Ashbahan, 1:195, 353; 2:69)
Dilansir Jatim NU, waktu yang tepat untuk tidur siang memiliki berbedaan pendapat, ada yang menafsirkan tidur sebelum waktu zuhur (tergelincirnya matahari), ada pula yang menafsirkan setelah masuk waktu zuhur.
Namun, dikutip dari buku Terapi Sehat Ala Nabi karya Bisri M Djaelani, disebutkan Nabi Muhammad juga sempat mengingatkan bahwa tidur siang itu kurang baik karena mempengaruhi raut wajah, mengundang penyakit, dan menjadikan orang malas.
Ini sekecuali pada waktu tengah hari yang sangat panas sesuai dengan sabdanya, "Jadikanlah dirimu mudah bangun malam untuk shalat dengan tidur sejenak di siang hari."
Dengan demikian, tidur siang itu buruk apabila dilakukan terlalu lama, tetapi ada baiknya kalau dilakukan sekadarnya supaya merasa segar, bisa bekerja lagi dan untuk bangun tengah malam melakukan ibadah.
Sedangkan tidur di sore hari kurang baik. Aisyah berkata, "Barang siapa pergi tidur pada senja hari, makan dia akan gila, dan untuk itu ia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. Tidur juga dilarang sesudah fajar hingga matahari terbit. Juga Nabi membenci tidur sebelum fajar dan waktu isya".
Pendapat medis
Senada dengan Nabi Muhammad SAW yang, melarang umatnya agar tidur siang tak terlalu sore dan terlalu lama, ternyata hal ini memiliki dampak buruk pada kesehatan dan tubuh. Hal tersebut disampaikan oleh dokter dan juga influencer dr. Nadia Alaydrus.
Tidur siang, kata dia memiliki dampak positif, di mana tubuh akan menjadi lebih rileks, mengurangi kelelahan, fokus lebih baik, mood meningkat dan meningkatkan kinerja seseorang. Termasuk, kata dia waktu reaksi yang lebih cepat dan memori yang lebih baik.
"Tapi ada juga nih dampak negatifnya. Yaitu mengalami inersia tidur atau sleep inersia. Di mana merasa pusing dan bingung setelah bangun dari tidur siang. Dan juga waktu tidur malam jadi lebih terganggu karena kualitas tidur yang buruk di malam hari," pungkas dia seperti yang Suara.com kutip pada Kamis (6/4/2024) di Instagramnya.
Karenanya, ada waktu-waktu yang disarankan untuk tidur siang, yakni tak boleh lebih dari 20-30 menit sehari, karena semakin lama tidur siang justru semakin kecil manfaat yang bisa kita dapatkan.
"Waktu tidur siang juga sebaiknya tidak lebih dr jam 3 sore karema ini justru bisa mengganggu jam tidur malam," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
5 Body Mist Supermarket yang Aromanya Mirip Parfum Jutaan Rupiah
-
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
-
Essence dan Serum, Apa Bedanya? Begini Urutan Pakai yang Benar agar Hasil Maksimal
-
Jelang Ramadan 2026, Sajadah hingga Kurma Diserbu
-
5 Rekomendasi Exfoliating Toner AHA BHA yang Aman untuk Pemula, Efektif Hempas Kulit Mati
-
Skandalnya Menyeret Nama Elit Indonesia, Apakah Jeffrey Epstein Masih Hidup?
-
7 Sepatu Skechers Diskon 50 Persen di Sports Station pada Februari 2026
-
5 Sunscreen Anti Aging Alternatif Sulwhasoo: Harga Lebih Murah, Mulai Rp38 Ribuan
-
Dorong Pemberdayaan, Komunitas yang Hadirkan Ruang Aman Perempuan
-
BPJS Kesehatan PBI Mendadak Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali