Suara.com - Gugatan cerai Deddy Mahendra Desta kepada istrinya Natasha Rizki membuat publik khawatir pada 3 anaknya yang masih berusia belia. Pertanyaanya, bagaimana dampak perceraian pada anak?
Desta dan Natasha Rizki menikah pada 21 April 2013. Selama 10 tahun membina rumah tangga keduanya dikaruniai tiga orang anak yakni Megumi Arrawda Sachi (9), Miskha Arrawfa Najma (6), dan Miguel Arrawsya Janied (4).
Meski menurut Pengacara Desta, Hendra Siregar, sahabat Vincent Rompies sudah pisah rumah dengan istrinya tapi lelaki berusia 46 tahun itu tampak sangat menyayangi anak-anaknya.
"Sudah nggak (serumah). Ya sekitar setahun lah," kata Hendra Siregar ditemui di rumah Desta kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Kamis (18/5/2023).
Hal ini terbukti dari berbagai unggahan Desta bersama anak-anaknya di akun Instagram pribadinya. Bahkan tidak jarang menuliskan pesan mengharu biru dalam caption.
Sementara itu melansir PubMed Central, penelitian menunjukan perceraian atau perpisahan orangtua dikaitkan risiko masalah pada anak dan remaja, termasuk sulit belajar, perilaku mengganggu, hingga suasana hati yang rentan.
Meski begitu tidak semua perceraian memicu masalah psikologis pada anak. Tapi anak, khususnya remaja akan merasa sedih dan khawatir dalam acara penting seperti wisuda hingga pernikahan, takut kedua orangtuanya tidak hadir.
Sehingga sebaik apapun cara menyampaikan, kabar perceraian tidak akan mudah diterima anak. Mengutip Hello Sehat, berikut ini 4 dampak perceraian pada anak yang perlu diperhatikan:
1. Masalah Emosional
Baca Juga: Bukan ke Natasha Rizky, Desta Puji Sosok Perempuan Ini: Dari Dulu Tetap Cantik Gitu Ya
Perceraian orangtua menyisakan luka yang mendalam pada anak. Apalagi jika anak sudah memasuki usia sekolah atau bahkan remaja. Emosi remaja yang masih labil dan meluap-luap membuat anak broken home cenderung sulit untuk mengontrol emosi mereka sendiri.
2. Masalah Pendidikan
Sangat mungkin anak broken home alami penurunan prestasi akademik di sekolah. Jika ditelisik lagi, masalah stres secara emosional saja sudah dapat menghambat kemajuan akademis anak di sekolah, apalagi perubahan gaya hidup dan suasana keluarga yang tidak harmonis.
3. Masalah Sosial
Akibat perceraian, beberapa anak mungkin akan melepaskan rasa kegelisahan mereka dengan bertindak agresif dan terlibat dalam perilaku bullying (penindasan). Keduanya sama-sama tindakan negatif. Jika dibiarkan terus-terusan, kondisi tersebut dapat mempengaruhi hubungan anak dengan teman sebayanya.
4. Masalah Dinamika Keluarga
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terkini
-
Kenapa Pelaku Child Grooming Sering Denial? Psikolog Anak Ungkap 10 Pola Pikir Ini
-
Kak Seto Lulusan Apa? Profil Psikolog Anak yang Ramai Dikaitkan dengan Kasus Aurelie
-
Jika Sudah Memakai Moisturizer, Apa Harus Pakai Day Cream?
-
5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
-
5 Sampo Herbal untuk Menebalkan Rambut Tipis Tanpa Transplantasi
-
5 Contoh Teks MC Acara Isra Miraj 2026 yang Mudah Dipahami dan Dipraktikkan
-
5 Lipstik Satin Lokal yang Cocok untuk Cool Undertone, Bikin Wajah Lebih Cerah
-
Tips Memilih Sepatu Jalan Nyaman untuk Orang Tua, Ini 5 Rekomendasi yang Gak Bikin Pegal
-
Benarkah Aurelie Moeremans Pernah Menikah dengan Roby Tremonti?
-
45 Tema Isra Miraj 2026 untuk Sekolah: Inspirasi Spiritual yang Relevan di Era Digital