Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD baru-baru ini memberikan tanggapan tentang LGBT. Menurutnya, LGBT termasuk kodrat manusia dan tidak bisa dilarang.
Ucapan tersebut ia sampaikan saat hadir di Rakernas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam, pada Sabtu (20/5/2023).
"LGBT itu sebagai kodrat kan tidak bisa dilarang,” ujar Mahfud MD, dikutip dari tayangan Youtube KAHMI Nasional, Minggu (21/5/2023).
Menurut Mahfud MD, masyarakat seharusnya bersikap dengan melarang perilaku LGBT, bukan keberadaan orangnya.
"Yang dilarang kan perilakunya. Orang LGBT itu diciptakan oleh Tuhan. Oleh sebab itu tidak boleh dilarang. Tuhan yang menyebabkan dia (orang) hidupnya menjadi homo, lesbi, tetapi perilakunya (LGBT) yang diperuntukkan kepada orang itu lah yang tidak boleh," lanjut Mahfud MD.
Kemudian, Mahfud MD juga menyatakan bahwa dirinya sedang mempersiapkan Rancangan KUHP untuk menangani perilaku LGBT.
Penelitian tentang LGBT secara sains pernah dilakukan di Inggris beberapa tahun lalu.
Tim internasional yang dipimpin oleh ahli genetika Benjamin Neale dari Broad Institute di Cambridge, Massachusetts, lakukan penelitian untuk menyelidiki genetika di balik perilaku seksual. Mereka menggunakan UK Biobank, studi kesehatan jangka panjang terhadap 500.000 orang Inggris.
Tim bekerja dengan ilmuwan perilaku juga berkonsultasi dengan kelompok advokasi lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ).
Baca Juga: Johnny G Plate Tersandung Kasus Korupsi, Ini Jumlah Tower yang Mangkrak Akibatnya
Tim Neale memeriksa penanda DNA dan data dari survei perilaku seksual yang diisi oleh hampir 409.000 peserta Biobank Inggris dan sekitar 69.000 pelanggan 23andMe, layanan pengujian konsumen. Seluruh koresponden tersebut keturunan Eropa.
Survei UK Biobank menanyakan: "Apakah Anda pernah melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis?"; survei 23andMe juga menampilkan pertanyaan serupa.
Hasilnya, tim menemukan adanya lima penanda genetik yang secara signifikan terkait dengan jawaban "ya" untuk pertanyaan tersebut. Dua penanda terdapat pada koresponden pria dan wanita, dua khusus untuk pria, dan satu hanya ditemukan pada wanita.
Salah satu varian genetik dekat dengan gen yang terkait dengan kebotakan laki-laki, menunjukkan ikatan dengan hormon seks seperti testosteron. Lainnya berada di area gen penciuman, yang dikaitkan dengan ketertarikan seksual.
Ketika para peneliti menggabungkan semua varian yang mereka ukur di seluruh genom, diperkirakan bahwa genetika dapat mempengaruhi sekitar 8-25 persen perilaku nonheteroseksual. Sisanya, kata mereka, pengaruh dari lingkungan, yang bisa berkisar dari paparan hormon di dalam rahim hingga pengaruh sosial di kemudian hari.
Tetapi lima penanda DNA yang mereka temukan menjelaskan kurang dari 1 persen dari perilaku ini, begitu pula analisis lain yang memasukkan lebih banyak penanda dengan efek yang lebih kecil. Seperti ciri-ciri perilaku lainnya seperti kepribadian, tidak ada "gen gay" tunggal, kata anggota tim Broad, Andrea Ganna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya
-
Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri
-
Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem
-
7 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Dianjurkan dalam Islam, Jangan Terlewat!
-
5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan
-
Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet
-
Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL
-
Tips Menyimpan Opor Ayam Sisa Lebaran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Enak, Jangan Sampai Basi
-
Bolehkah Puasa Syawal 1 Hari Saja? Ini Penjelasan Lengkapnya Sesuai Sunnah