SUARA SEMARANG - Beberapa waktu terakhir konser Coldplay mendapat sorotan karena dianggap menjadi pendukung gerakan LGBT.
Bahkan Persaudaraan Alumni (PA) 212 menganggap Coldplay sering mengampanyekan LGBT sehingga menolak konser mereka di Jakarta.
Mereka bahkan siap mengepung bandara jika konser Coldplay tetap berjalan karena khawatir dengan kampanye dan simbol LGBT.
Sementara itu, Ustaz Derry Sulaiman yakin jika dalam konser Coldplay di Jakarta nantinya tidak akan ada bendera pelangi simbol LGBT.
Menurutnya, Coldplay pastinya sudah diberikan batasan oleh penyelenggara tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama tampil di Indonesia.
"Saya yakin nanti kalau dapat izin Coldplay datang nggak akan ada itu. Kalau dia berani kibarkan bendera itu maka cari masalah," kata Derry Sulaiman dikutip dari suara.com.
Pihak penyelenggara konser Coldplay harus mewanti-wanti betul bahwa kampanye LGBT tidak bisa dilakukan di Indonesia.
Penentang konser yang khawatir dengan hal ini jumlahnya pun tidak sedikit.
"Ini arus yang menentang Coldplay datang nggak main-main. 212 itu puluhan juta masanya," kata dia.
Baca Juga: Inara Rusli Akui Bahagia Kembali Bekerja: Ternyata Selama Ini Aku Salah
Ustaz Derry Sulaiman menambahkan bahwa adanya aksi penolakan tersebut merupakan sebuah peringatan agar artis tidak kebablasan.
"Yang dilakukan Habib Novel Bamukmin dengan teman-teman 212 itu tarbiyah juga, sebuah peringatan. Penting itu ada, kalau nggak nanti bablas. Kalau beliau nggak ada nanti malah itu bendera berkibar dimana-mana," ujarnya.
Ustaz Derry Sulaiman juga membagikan pengalaman saat nonton konser Slipknot yang sukses digelar beberapa waktu lalu.
"Dari pintu gerbang konser Slipknot itu semua metalhead datang, cium tangan, (saya) dipeluk, ada yang menangis bahkan ada beberapa bule datang, mereka bilang 'dari beberapa yang datang kamu sendiri yang berbeda pakaiannya', jadi mereka tertarik karena penampilan saya yang berbeda," ujar Ustaz Derry.
Penampilan Derry Sulaiman yang mencolok itu justru jadi lahan dakwah untuknya. Ia bisa mengajarkan bahwa Islam cinta damai dan penuh kasih yang merangkul segala perbedaan.
"Jadi saya datang ke tempat seperti itu dan saya menunjukkan kalau saya punya rasa cinta kepada mereka. Karena puluhan ribu (penonton konser) yang hadir itu adalah umatnya rasulullah SAW, yang mana kita harus menampakkan bahwa kita sayang kepada mereka, kita tidak benci ke mereka," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Pemilu Presiden Barcelona Sengit! Kandidat Lain Usung Koalisi Bersama Lawan Joan Laporta
-
2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak Perang Iran vs AS - Israel, Stok BBM Nasional Cuma Aman 20 Hari?
-
Harga iPhone 17e mulai Rp10 Jutaan, Ini Spesifikasi yang Ditawarkan
-
Budget 7 Juta Bisa Dapat MacBook? Ini 3 Rekomendasi Second Worth It
-
3 Pemain Andalan Timnas Indonesia Era STY Kini Nelangsa, Tergeser dari Skuad dan Semua Cedera
-
Bansos Diberikan Sementara, Cak Imin Tegaskan Masyarakat Harus Berdaya Mandiri Agar Naik Kelas
-
Alamat Terakhir: Pintu Maaf di Bulan Suci
-
Debut di GP Thailand 2026: Dua Rookie Tampil Impresif, Adaptasi Jadi Kunci
-
Terekam CCTV Polisi Tembak Remaja di Makassar, Korban Meninggal Dunia
-
Kebobolan Menit 90+4, Rizky Ridho Kecewa Persija Gagal Menang di JIS