Suara.com - Dokter Spesialis Radiologi Muskuloskeletal mengatakan kasus obesitas Muhammad Fajri dengan bobot 300 kilogram berisiko mengalami patah tulang karena pengeroposan.
Dijelaskan Dokter Spesialis Radiologi Muskuloskeletal RS Abdi Waluyo, Dr. dr. Marcel Prasetyo, Sp.Rad(K) orang obesitas seperti Fajri cenderung memiliki tulang yang tipis, karena hipoaktif alias tidak melakukan aktivitas apapun.
"Hipoaktif itu nggak ngapa-ngapain, bukan karena males tapi selain karena bobotnya berat juga, mungkin dia susah untuk macam-macam untuk seperti orang normal. Nggak ngapa-ngapain bikin tulang semakin keropos juga," ujar dr. Marcel dalam acara pemasangan NAEOTOM Alpha di RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2023).
Hipoaktif karena beban tubuh yang berat ini akhirnya membuat tubuh orang dengan obesitas punya metabolisme tubuh yang bermasalah, yaitu tulang tidak merasa perlu memperkuat diri karena tidak diperlukan untuk bergerak.
"Membuat merasa ngapain saya memperkuat tulang, kan nggak ngapa-ngapain juga sehari-hari, sehingga biasanya orang obesitas itu biasanya tulangnya lebih tipis dan lebih keropos. Akibatnya mudah patah, mudah terkena berbagai macam hal, paling gampang mudah patah sih ya," papar dr. Marcel.
Lebih lanjut, dokter radiologi berpangkat Lektor di Program Studi Sp-1 Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menerangkan jika tulang merupakan organ tubuh yang hidup dan bisa terus bertumbuh.
Namun saat proses pengobatan atau operasi, tulang akan mendapat tindakan dokter berupa pembongkaran dan pembentukan. Sama sepertinya halnya jalan yang harus diperbaiki saat rusak, akan lebih dulu dikupas, disemen ulang dan seterusnya hingga bisa digunakan kembali.
"Begitu ada gangguan metabolisme, itu biasanya ada masalah, ntar masalah di pembentuknya, atau masalah pas bongkarnya. Ada bongkarnya lebih atau ngebentuknya kurang, makanya orang obes ngebentuknya kurang," jelas dr. Marcel.
Bahkan meski usia Fajri terbilang muda, tapi jika tulang tidak dilatih dengan gaya hidup aktif atau bergerak, maka risiko patah tulang dan pengeroposan tetap akan membayangi,
"Masalah muda atau enggak, kalau muda tidak aktif dia tetap mengalami hal yang sama," tutup dr. Marcel.
Sebelumnya viral, kisah pilu lelaki berusia 27 tahun Muhammad Fajri yang mengalami obesitas karena punya bobot 300 kilogram hingga harus dirawat di RSCM Jakarta Pusat.
Proses pemindahan tubuh Fajri juga berlangsung dramatis, karena sampai harus membongkar pintu rumah dan dibawa dengan kendaraan pemindah barang yakni forklift untuk menyangga tubuhnya.
Tubuh Fajri juga sampai harus dipindahkan menggunakan mobil pick up dan, butuh puluhan orang untuk membopongnya hingga sampai di RSCM untuk mendapat perawatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Kapan Idul Adha 2026 Tiba? Ini Perkiraan Tanggalnya
-
Jadwal KRL Solo-Jogja 24 hingga 29 Maret 2026 Seusai Lebaran
-
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Ternyata Bisa Jadi Solusi Serap Karbon, Bagaimana Caranya?
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Flek Hitam
-
Mana yang Benar, Pakai Primer Dulu atau Sunscreen Dulu?
-
Apakah Sunscreen Bisa Dipakai di Malam Hari? Ini Penjelasannya
-
Bank BCA Kapan Buka Setelah Lebaran 2026? Ini Tanggal Mulai Operasional Normal
-
Krisis Air Bikin Perempuan Kehilangan Akses Pendidikan, Bagaimana Hubungannya?
-
8 Sepatu Lari Diskon di Sports Station: Adidas, Skechers, hingga Reebok Banting Harga
-
Moisturizer Emina untuk Umur Berapa? Ini Tips Pemakaian di Setiap Usia