Suara.com - Viral di media sosial, pernyataan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar yang menyebut ada hubungan seks sedarah atau inses antara ibu dan anak kandung berbutuntu laporan kepolisian.
Sejumlah tokoh masyarakat adat tidak terima dengan klaim Erman dan menyebut dampaknya menyakiti hati masyarakat Minang. Erman Safar diketahui menyebutkan soal inses ini saat berpidato di hadapan tamu yang hadir dalam acara sosialisasi pencegahan pernikahan anak, Rabu (21/6/2023).
"Anak kita, dari usia SMA sampai usia 28 tahun berhubungan badan dengan ibu kandungnya," kata Erman Safar.
Hubungan seks sedarah alias inses merupakan aktivitas seksual yang terjadi di antara anggota keluarga atau kerabat dekat. Meskipun beberapa negara mengizinkan hal ini, di Indonesia topik ini masih menjadi tabu dan dihiasi dengan mitos-mitos yang mengerikan. Simaklah beberapa bahaya yang mungkin terjadi:
Ancaman Gen Penyakit Resesif: Teror Genetik yang Mematikan
Pada kehamilan yang terjadi akibat inses, risiko penyakit genetik meningkat secara drastis. Terutama ketika hubungan ini terjadi antara dua saudara kandung, risiko penularan penyakit resesif semakin besar.
Penyakit-penyakit seperti fibrosis kistik dan sickle sel anemia, yang menyebabkan kerusakan pada sel darah merah, bisa menjadi ancaman nyata.
Albinisme: Kecelakaan Pewarnaan yang Mengerikan
Dalam kasus inses, terdapat risiko tinggi terjadinya albinisme. Albinisme adalah kondisi ketika tubuh kekurangan melanin, zat pewarna yang memberi warna pada rambut, mata, dan kulit. Orang dengan albinisme memiliki mata terang, kulit dan rambut pucat bahkan hampir putih, meskipun mereka berasal dari etnis berkulit gelap.
Namun, tidak semua kasus albinisme terjadi akibat perkawinan sedarah. Terdapat penyebab lain yang juga dapat memicu kondisi ini.
Penyakit Keluarga yang Diturunkan
Gabungan gen resesif dengan gen serupa meningkatkan risiko penurunan riwayat penyakit keluarga. Anak yang lahir dari hubungan inses dapat menderita penyakit dengan kemungkinan lebih besar, menjadi pembawa gen penyakit, atau bahkan lahir tanpa membawa penyakit apa pun.
Beberapa penyakit yang dapat diturunkan antara lain kanker, hemofilia, albinisme, diabetes, dan berbagai penyakit turunan lainnya.
Kekebalan Tubuh yang Rentan: Membahayakan Kehidupan
Anak yang lahir dari hubungan sedarah memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dibandingkan dengan anak yang lahir dari pasangan normal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya variasi dalam DNA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
-
Cara Nonton Piala Dunia 2026 di TVRI Nasional dan TVRI Sport
-
3 Zodiak Raih Kesuksesan Finansial Selama 15-21 Juni 2026, Siap Banjir Rezeki?
-
Bukan Cuma Putih, Ini 5 Warna Kamar Mandi yang Bawa Rezeki dan Energi Positif Versi Feng Shui
-
Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?
-
Bebas dari Masa Sulit, 4 Zodiak Ini Diprediksi Jalani Hari Mulus pada 13 Juni 2026
-
Terpopuler: Top 5 Sepatu Recovery Run Lokal, Cara Nonton Piala Dunia 2026 lewat MAXStream TV
-
5 Shio Paling Beruntung 13 Juni 2026: Panen Rezeki dan Peluang Emas di Akhir Pekan
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis