Suara.com - Fakta menarik diungkap Sophia Latjuba yang punya cara khusus memilih tas yang cocok di usianya sudah menginjak 52 tahun. Sophia mengaku lebih tertarik dengan tas desain sederhana dan berwarna klasik.
Ibunda Eva Celia itu bercerita lebih menyukai tas yang memiliki banyak muatan, daripada tas yang mini karena kerap bepergian membawa banyak barang.
"Sebenernya kan akun nggak suka tas yang kecil, karena nggak muat banyak. Nah, tas tangan ini aku suka ternyata muat banyak, karena banyak sakunya," ungkap Sophia Latjuba saat ditunjuk sebagai Brand Ambassador Elizabeth yang berulangtahun ke-60 di Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2023).
Adapun dari sisi desain Sophia juga lebih menyukai yang klasik dan simpel serta tidak terlalu banyak hiasan atau detail, karena menurutnya desain ini bisa digunakan untuk momen apapun.
"Jadi bisa tuh digunakan untuk berpergian acara siang atau malem nggak usah pusing," jelas Sophia.
Lebih lanjut perempuan yang menggaungkan gaya hidup minimalis itu juga menegaskan, jika ia akan membeli sebuah tas jika memang sudah sangat butuh dan bukan untuk bergaya semata. Apalagi mantan istri Indra Lesmana itu lebih menyukai tas brand lokal dibandingkan impor.
"Jadi saya percaya diri pakai tas lokal, karena saat ini udah banyak yang bagus dan lebih banyak pilihannya karena industri fashion di dalam negeri semakin berkembang," papar Sophia.
Adapun Elizabeth adalah salah satu brand tas lokal yang cukup ternama di Indonesia, apalagi desainnya kerap mengikuti tren tapi juga sederhana. Inilah yang akhirnya membuat brand tersebut mampu bertahan selama 6 dekade, dan membuat 90 toko di seluruh Indonesia.
"Saya yakin, dengan dukungan banyak pihak, dan masyarakat, brand lokal Indonesia mampu untuk bersaing di kancah Internasional. Terima kasih untuk semua pihak yang tak pernah lelah membantu, mendukung, dan mendampingi perjalanan kami selama 60 tahun ini," ujar Direktur Elizabeth, Denny Subali.
Baca Juga: 4 Tips Memilih Backpack untuk Kerja, Hindari Pegal di Bahu!
Di acara perayaan ini juga, diperkenalkan koleksi terbaru berupa design monogram Elizabeth. Koleksi ini terdiri dari tote bag, handbag, dompet dan tas selempang. Menurut Head of Designer Elizabeth, Vernalyn Subali tas ini bisa dengan mudah dipadukan dengan berbagai tapi juga tetap elegan.
"Dengan tampilan monogram yang elegan namun tetap versatile. Di sini, kami ingin produk ini nyaman digunakan untuk beraktivitas, serta mudah di mix and match untuk gaya casual dan formal. Tidak kalah penting, warna yang kita tampilkan netral, clean, dan simple,” tutup Vernalyn.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
Skandalnya Menyeret Nama Elit Indonesia, Apakah Jeffrey Epstein Masih Hidup?
-
7 Sepatu Skechers Diskon 50 Persen di Sports Station pada Februari 2026
-
5 Sunscreen Anti Aging Alternatif Sulwhasoo: Harga Lebih Murah, Mulai Rp38 Ribuan
-
Dorong Pemberdayaan, Komunitas yang Hadirkan Ruang Aman Perempuan
-
BPJS Kesehatan PBI Mendadak Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali
-
Siapa Ghislaine Maxwell? Tak Sekadar Kawan Dekat Jeffrey Epstein, Ini Perannya
-
5 Lulur di Indomaret untuk Mencerahkan Badan, Ampuh Angkat Sel Kulit Mati
-
Siapa yang Pertama Lapor? Begini Awal Mula Terbongkarnya Skandal Jeffrey Epstein
-
5 Bantal Empuk Ala Hotel Versi Low Budget, Bikin Tidur Nyenyak Berkualitas
-
Cara Jeffrey Epstein Masuk ke Lingkaran Kaum Elit Dunia, Berawal dari Guru Matematika