Lifestyle / Female
Rabu, 04 Februari 2026 | 16:54 WIB
Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell. (Dokumen Kejaksaan Agung AS).

Suara.com - Jeffrey Epstein ternyata tak sendirian dalam melancarkan aksi skandal perdagangan seks anak di bawah umur yang mengguncangkan dunia. Selain melibatkan berbagai tokoh politik dunia, Epstein juga punya satu sosok terdekat, yakni Ghislaine Maxwell.

Wanita tersebut dikenal sebagai seorang sosialita dari Inggris. Bak kekasih, Ghislaine Maxwell hadir di setiap kegiatan Jeffrey Epstein kala bertemu dengan para elit dunia.

Maxwell kini menjadi salah satu tokoh kunci dalam mengungkap keseluruhan skandal usai Jeffrey Epstein tewas bunuh diri dalam penahanan di sel.

Lantas, siapakah Ghislaine Maxwell sebenarnya? Apa peranannya dalam skandal kasus perdagangan anak oleh Epstein?

Siapa Sebenarnya Ghislaine Maxwell? 

Ghislaine Maxwell adalah mantan sosialita asal Inggris sekaligus putri dari mendiang Robert Maxwell, seorang raksasa media ternama yang memiliki pengaruh besar di Eropa.

Maxwell pindah ke New York pada awal 1990-an setelah kematian ayahnya dan runtuhnya kerajaan bisnis keluarga mereka.

Kala hidup di New York, ia menggunakan koneksi sosialnya untuk masuk ke lingkaran elit.

Maxwell berhasil menjalin hubungan dengan para politisi, keluarga kerajaan, dan pengusaha sukses. 

Baca Juga: Siapa yang Pertama Lapor? Begini Awal Mula Terbongkarnya Skandal Jeffrey Epstein

Peran Penting dalam Kasus Epstein

Berdasarkan laporan The Guardian, jaksa penuntut dalam sidang 2021 silam menyebut Maxwell sebagai "Partners in Crime" atau kaki tangan utama Epstein.

Perannya jauh lebih dalam daripada sekadar teman dekat. Ia dituding sebagai eksekutor di balik operasional jaringan perdagangan seks tersebut.

Maxwell bertugas mencari gadis-gadis muda berusia sekitar 14 tahun untuk masuk ke dalam lingkaran Epstein.

Karena ia adalah seorang wanita berkelas, para korban sering kali merasa lebih aman dan tidak curiga saat pertama kali didekati olehnya.

Maxwell dilaporkan sering meyakinkan para korban bahwa melakukan "pijat" atau tindakan seksual dengan Epstein adalah hal yang normal dan merupakan bagian dari gaya hidup orang kaya.

Load More