Suara.com - Jejak digital di media sosial bukan isapan jempol belaka. Ini juga bisa mempengaruhi personal branding atau branding diri dan bakal dilihat oleh perusahaan sebagai calon karyawan atau mempengaruhi kerjasama loh.
Fakta ini dijelaskan Digital Marketing Manager Essity for Indonesia, Yuditia Hendrawarman bahwa sosial media sangat penting bagi mahasiswa khususnya untuk jurusan desain, karena media sosial pada dasarnya adalah area publik tapi di internet.
"Jadi media sosial itu kan publik. Dimana publik bisa lihat harusnya menunjukan citra yang baik juga sih di luar. Jadi harus share sesuatu yang positif, nanti kalau memang si recruiter (HRD perusahaan) lihat, akan lihat kita sebagai individu yang baik," ujar Yuditia di acara BINTER Calling Communications BINUS International di Kampus BINUS Senayan melalui keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (12/8/2023).
Berikut ini cara membuat personal branding di media sosial untuk mahasiswa yang perlu diperhatikan:
1. Manfaatkan Link Khusus
Untuk membuat personal branding khususnya mahasiswa desain, media sosial bisa dimanfaatkan untuk memposting desain terbaiknya. Dengan begitu khalayak umum akan menilai karya dan kinerja si mahasiswa tanpa meminta data lebih dulu.
Jika merasa karya desain sudah terlalu banyak dan agar mempermudah bisa memanfaatkan link dokumentasi khusus, yang bisa diakses khalayak ramai.
"Di media sosial ada yang namanya Link Tree, itu bisa dipakai. Dikik nanti orang bisa masuk ke dalam link dia bisa create blog yang isinya desain dia juga, di highlight di sosial media, jadi sebetulnya nggak cuma di media sosial. Dia juga harus bisa memanfaatkan semua yang ada di digital dan tools-toolsnya itu," papar Yuditia.
2. Punya Akun Berbeda
Baca Juga: 4 Drama Korea yang Angkat Isu Kehidupan Palsu Para Influencer Terkenal!
Akun yang berbeda ini dimaksudkan untuk memisahkan antara akun pribadi, dengan akun media sosial brand yang dibangunnya. Ditujukan agar publik tahu mana akun bisnis dan mana akun pribadi.
"Anak sekarnag suka jualan, anak desain jualan baju ya nggak apa-apa punya akun lain, karena harus punya sosial media khusus untuk brand dia, kan nggak bisa di dalam brand dia, posting foto sama teman, lalu dia branding tentang bajunya dia jadinya nyampur," terang Yuditia.
3. Unggah Sesuatu yang Baik
Lantaran jejak digital tidak akan hilang, begitu juta bila menuliskan komentar negatif dan bisa jadi tanpa sengaja perusahaan yang akan bekerjasama melihat, lalu mengubah citra menjadi buruk. Inilah sebabnya Yuditia menyarankan hanya posting sesuatu yang positif.
"Posting yang positif aja, yang sesuai kuliah digital kemampuannya dia, atau personal sesuatu yang tidak akan dilihat oleh recruiter, kok nih anak kayak gini ya," jelas dia.
4. Tidak Harus Punya Semua Akun
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara