Suara.com - Video viral seorang ibu yang nyaris bunuh diri bersama bayinya di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, tuai lerhatian publik. Dari video yang beredar di media sosial, ibu tersebut mencoba terjun ke rel saat kereta akan lewat.
Sebelum aksinya berjalan lancar, petugas pengamanan KRL langsung menarik ke tengah peron ibu tersebut dan mengamankan bayinya yang menangis. Ibu muda yang tidak diketahui identitasnya itu diduga mengalami baby blues.
Pihak KAI Commuter telah membenarkan kejadian tersebut. Ibu itu berencana melakukan aksi bunuh diri karena alami masalah keluarga. Padahal saat itu sang ibu sedang didampingi suaminya. Tapi sang suami meninggalkannya sementara untuk membeli minuman.
Setelah dilakukan pembicaraan dan mediasi dengan petugas KAI Commuter, ibu dan pihak keluarganya meminta maaf karena khilaf atas perbuatannya.
Kejadian ibu alami baby blues hingga tega menyakiti anaknya sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Baby blues bahkan tidak hanya rentan terjadi pada ibu, tapi juga ayah. Berikut rangkuman suara.com tentang kasus baby blues yang pernah terjadi di Indonesia.
1. Bunuh bayi lalu gantung diri
Seorang ibu di Kabupaten Rembang, Yogyakarta, kedapatan tega membunuh bayinya yang baru berusia tiga minggu. Dia sempat pergi ke kantor polisi sambil membawa mayat bayinya dan mengakui perbuatannya. Diduga, perempuan itu membunuh sang anak dengan cara dicekik. Polisi juga menduga kalau lerempuan itu alami depresi karena cara bicaranya yang sering melantur.
Tak lama setelah mengakui kesalahannya ke kantor polisi, perempuan berusia berusia 26 tahun itu kemudian bunuh diri dengan melakukan gantung diri. Kejadian itu terjadi pada Mei 2023 lalu.
2. Bunuh anak kandung sendiri
Baca Juga: Bule Kroasia Jalan-jalan Sambil Telanjang di Kuta Selama Satu Jam, Videonya Viral
Pemuda berusia 20 tahun ditetapkan jadi tersangka setelah membunuh anak kandungnya yang baru berumur tiga bulan. Polres Pati mengungkap kalau kejadian itu terungkap setelah istri pemuda itu melapor kehilangan anaknya ke polisi. Setelah diinterograsi oleh polisi, pemuda itu mengaku telah membunuh bayi tersebut karena bingung cara menenangkannya saat sedang rewel. Kejadian itu terjadi pada April 2023 lalu.
3. Ibu buang bayi ke sumur
Seorang ibu di Jember berinisial FN (25) nekat membuang bayinya yang baru berusia satu bulan ke dalam sumur. Pelaku diduga depresi akibat sering diejek tidak bisa memberikan ASI kepada anaknya. Ejekan tersebut bahkan dilontarkan oleh keluarga suaminya sendiri.
Akibat hanya bisa memberikan susu formula kepada bayi, FN dianggap sebagai ibu yang tidak sempurna. Ejekan yang terus menerus dia terima membuat FN jadi merasa benci kepada anaknya hingga tega membuang bayinya ke sumur. Peristiwa itu terjadi pada Maret 2022 lalu.
4. Bunuh diri bawa bayi
Seorang ibu berusia 32 tahun diduga bunuh diri sambil membawa bayinya terjun ke jembatan Sungai Serayu di Cilacap. Keduanya baru ditemukan sudah tak bernyawa dua hari setelah kejadian. Menurut penuturan keluarga, perempuan itu sempat mengalami baby blues hingga tak mau menyusui bayinya. Peristiwa itu terjadi pada Aoril 2019 lalu.
5. Bayi dikubur hidup-hidup
Salah seorang ibu di Purwakarta tega mengubur bayinya hidup-hidup. Dia didiagnosa menderita depresi berat bahkan sebelum melahirkan anak keduanya itu. Kejadian itu terjadi pada April 2019 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi