Suara.com - Film besutan Netflix yang berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso tengah menjadi topik perbincangan hangat. Dokumenter yang mengulas kasus kematian Wayan Mirna Salihin karena kopi sianida itu pun turut menyoroti sejumlah pihak terkait.
Di antaranya Kadiv Hubinter Polri, Irjen Pol Krishna Murti dan Ferdy Sambo yang saat itu bekerja sama menangani kasus tersebut. Peran keduanya pun kembali disorot karena berkat perkara ini, mereka berhasil melebarkan sayap untuk mengisi jabatan mentereng di Polri.
Beda Peran Krishna Murti Vs Ferdy Sambo
Saat menangani kasus itu, Krishna Murti masih menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya. Ia adalah pemimpin penyelidikan kematian Mirna Salihin yang disebut-sebut diakibatkan oleh adanya sianida pada minuman kopinya.
Lalu, pada 29 Januari 2016, Krishna menetapkan Jessica Wongso sebagai tersangka. Namun, hal mencengangkan datang dari mulut Jessica saat menghadiri sidang 28 September. Ia mengaku Krishna mempertaruhkan jabatannya agar dirinya disangkakan.
"Saya di datangi Pak Krishna, dia bilang, ‘Saya turun ke tahanan sudah jatuhin harga diri saya’. Pak Krishna juga bilang, ‘Saya tandatangani surat penahanan kamu, bismillah saya mempertaruhkan jabatan saya demi Allah," ujar Jessica kepada majelis hakim saat itu.
Sambil menangis, Jessica juga turut mengungkap bahwa dirinya saat itu dipaksa untuk mengakui ia adalah pembunuh Mirna. Ia bahkan mengakui Krishna Murti sempat berkata soal penjatuhan hukuman yang lebih ringan jika dirinya mau menjadi tersangka.
"Dia juga ajak saya ngomong katanya, ‘Mendingan kamu ngaku palingan kamu dihukum 7 tahun dan dipotong ini itu jadi sebentar, saya juga tidak akan kasih kamu dihukum seumur hidup atau mati'," kata Jessica menirukan ucapan Krishna.
Setelah mengetahui pengakuan Jessica tentang dirinya, Krishna pun langsung membantah. Ia mengaku tak pernah melakukan apa yang disebutkan. Ia hanya meminta Jessica berbicara sesuai fakta. Kalaupun tidak mau, ia tak akan menjadikannya sebagai masalah.
Baca Juga: Momen Jessica Wongso Dicecar Hakim di Persidangan Kasus Kopi Sianida: Kalau Nggak Tahu Gimana Ya
"Saya tidak pernah melakukan apa yang disampaikan pengacaranya. Bukan model saya melakukan hal-hal seperti itu. Saya meminta dia (Jessica) berbicara sesuai fakta. Kalau tidak ingin bicara pun, tidak masalah sama sekali. Saya hanya memberinya kesempatan membeberkan fakta," ujar Krishna.
Sementara itu, saat kasus kopi sianida terjadi, Ferdy Sambo masih menjabat Wadireskrimum Polda Metro Jaya. Ia bekerja sama dengan Krishna untuk menyelesaikan perkara kematian Mirna. Ia kemudian mengungkap hasil investigasi yang menyudutkan Jessica.
Hasil itu menunjukkan Jessica diduga mencampurkan sianida ke minuman Mirna. Hal ini terlihat dalam rekaman CCTV, di mana kematiannya terjadi setelah meminum es kopi vietnam yang dipesan oleh Jessica Wongso di Kafe Oliver, Jakarta pada Januari 2016 lalu.
Jessica Wongso pun ditetapkan sebagai tersangka utama dan dijatuhi vonis hukuman 20 tahun penjara dalam dakwaan pembunuhan berencana. Hingga kini, dirinya masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Meski begitu, barang bukti berupa celana jeans Jessica yang diduga terkena cairan sianida tidak pernah ditemukan. Namun, kasus itu rupanya berujung baik bagi karier Ferdy Sambo. Sayangnya, hal ini harus diakhiri usai ia terbukti membunuh Brigadir Yosua.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Momen Jessica Wongso Dicecar Hakim di Persidangan Kasus Kopi Sianida: Kalau Nggak Tahu Gimana Ya
-
Biodata dan Profil Beng Beng Ong: Ahli Patologi Australia Gagal Jadi Saksi Jessica Wongso Karena Mendadak Dideportasi
-
Kapan Jessica Wongso Keluar Penjara? Ini Kabar Terbarunya Pasca Vonis 20 Tahun Kasus Kopi Sianida
-
Bukan Diracun Sianida, Ibu Jessica Wongso Sebut Mirna Salihin Meninggal Akibat Arief Soemarko Sang Suami
-
Profil Krishna Murti: Jenderal Tulis Pesan Haru Buat Mirna, Ini Perannya di Kasus Kopi Sianida
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar