Suara.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki ungkap 'kelicikan' TikTok Shop yang disebut memanjakan sekaligus memaksa pedagang menjual barang impor alih-alih produk lokal.
Hal ini diungkap Teten Masduki saat berbincang dengan Akademisi sekaligus Praktisi Bisnis, Prof. Rhenald Kasali soal TikTok Shop yang ditutup pemerintah. Ia menyebut ada pemaksaan pedagang di TikTok menjual produk Tiongkok.
"Ada yang followernya sudah sampai 2,8 juta, mereka kalau sudah besar diminta jualan produk dari Tiongkok," ujar Teten melansir kanal YouTube Rhenald Kasali, dikutip suara.com, Sabtu (7/10/2023).
Kenyataan ini juga dibenarkan Prof. Rhenald yang mengaku dapat kesaksian dari para pedagang yang berbincang dengannya, bahwa lonjakan penjualan produk tidak akan bertahan lama saat berjualan di TikTok Shop.
"Para pelaku UMKM itu jualan di TikTok mulai bersaksi hari-hari ini. Mereka jualan di sana dimanjakan oleh TikTok selama satu tahun, setelah itu tiba-tiba penjualannya drop atau turun," kata Prof. Rhenald.
Pernyataan Prof. Rhenald ini ditanggapi Menteri Teten yang mengatakan, setelah satu tahun apabila penjual dengan banyak followers tetap berjualan produk lokal, dampaknya secara alogaritma TikTok akN membuat penjualan terkena banned alias tidak bisa berjualan.
"Kalau masih jualan produk lokal, mereka juga di banned atau shadow banned, jadi nggak muncul (dilihat followers)," beber Teten.
Akibat peristiwa dan temuannya ini, Teten mengakui jika pihaknya dalam hal ini pemerintah sudah terlalu lemah mengatur platform yang menggabungkan sosial media dengan e-commerce atau situs belanja online tersebut.
"Memang kita terlalu lemah mengatur sosio-commerce, sosial media yang ada e-commercenya," pungkas Teten.
Baca Juga: Raup Omzet Rp 1 Miliar Gegara Jualan Murah di TikTok Shop, Muzdalifah Sedih Keranjang Kuning Ditutup
Sementara itu, Tiktok shop secara resmi ditutup di Indonesia. Penutupan tersebut berlandaskan pada temuan bahwa platform yang berbasis di China tersebut telah menyebabkan kerusakan ekosistem penjualan pada UMKM lokal.
Presiden Joko Widodo juga telah meninjau kembali regulasi sosial niaga dengan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Usaha Perdagangan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.
Peraturan yang direvisi tersebut memutuskan melarang media sosial seperti TikTok untuk melakukan perdagangan atau transaksi langsung melalui sosial media tersebut.
Fitur Live TikTok yang memungkinkan orang menjual barang dinilai merugikan UMKM lokal yang berdagang secara offline. Pemerintah kemudian menyoroti keprihatinan masyarakat atas TikTok Shop yang berperan dalam penurunan omset UMKM lokal dan pasar tradisional.
Bahkan Presiden Joko Widodo telah menyuarakan keprihatinannya atas penjual e-commerce yang menggunakan harga rendah di platform media sosial, hingga mengancam pasar offline di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Sudah Lolos Administrasi? Cek Jadwal dan Tahapan Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih
-
Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi
-
5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
-
Perbedaan Dewy Finish dan Matte Finish Apa? Ini Rekomendasi Cushion Terbaik Sesuai Jenis Kulit
-
Dari Korea ke Indonesia: Teknik Presisi Estetika Non-Bedah Kini Hadir dengan Standar Global
-
Belajar Selamatkan Bumi Sejak Sekolah: Pentingnya Pendidikan Iklim untuk Generasi Muda
-
Kulit Perih dan Merah Akibat Sunburn? Ini 4 Rekomendasi Toner Penyejuk yang Wajib Dicoba
-
Update Daftar Nama 81 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL, 7 Meninggal Dunia
-
Apa Jenis Bedak yang Cocok untuk Kondangan? Cek 5 Rekomendasi Produk Berikut
-
13 Perjalanan Kereta Jarak Jauh Dibatalkan 28 April 2026, Imbas Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo