Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung ditanya oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam sidang laporan Luhut Binsar Panjdaitan terhadap Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.
Pertanyaan hakim ini membuat suasana persidangan memanas dan riuh. Seperti dalam sidang-sidang sebelumnya yang selalu ramai ketika Rocky Gerung dihadirkan sebagai saksi.
Mulanya, salah satu majelis hakim membuat pengandaian soal isu pencemaran nama baik yang memunculkan kemarahan dan berujung laporan hukum.
Pertama, hakim membuat contoh misal Rocky adalah seorang pembantu rektor di bidang kemahasiswaan namun mendapat kritikan bahwa ia tida cocok karena tidak dekat dengan mahasiswanya.
Pengandaian kedua, Rocky diumpamakan menjadi dosen yang dikritik kinerjanya.
Lalu hakim melanjutkan pengandaian ketiga yang membuat suasana sidang riuh.
"Ketiga, mohon maaf sebelumnya. Orang mengkritik saudara, saya lihat di KTP belum kawin. Anda dikritik sebagai duda tidak bermoral," ucap Hakim.
"Dari ketiga hal itu mana yang berpotensi membuat anda marah dan melaporkan?" tanya hakim.
Mendapat pengandaian itu, Rocky menjawab bahwa ia tidak akan marah dengan kritikan tersebut.
"Duda yang nggak bermoral berarti harus saya buktikan dulu bahwa saya duda. Bahwa saya bermoral. Jadi saya tidak akan layani itu, karena saya anggap itu argumen tidak ada poinnya," jawab Rocky.
Hakim kemudian melanjutkan bahwa jika pertanyaan tersebut muncul dari data seseorang yang tak diketahui asalnya.
"Itu artinya dalam masyarakat kita menganggap orang yang tidak punya pasangan apalagi duda, dia tidak bermoral apalagi janda. Itu yang mesti kita batalkan jangan sampai ada pertanyaan dungu sebetulnya," tandas Rocky yang menganggap pertanyaan tersebut bisa menghina para duda.
"Saya memang bukan duda. Kalau saya melayani kan nanti orang minta dibuktikan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Profil Hakim Kisworo, Ketua Majelis Hakim yang Jebloskan Jessica Wongso ke Jeruji Besi Selama 20 Tahun Tanpa Bukti Kuat
-
Rocky Gerung 'Skakmat' Jaksa di Sidang Haris-Fatia Vs Luhut
-
Pengacara Komentari Cecaran Hakim ke Jessica Wongso: Pertanyaan Bodoh
-
Lebih dari 15 Pekerjaan dan Jabatan Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Marves Sampai Jatuh Sakit
-
Ucapkan Ultah ke Jessica Wongso, Hotman Paris Minta Hakim Bebasin Sesuai Pasal Ini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik