Suara.com - Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo kian menjadi perhatian publik, usai dirinya dikabarkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bukan hanya kasus dugaan korupsi yang menjeratnya yang jadi perbincangan publik, namun juga dinasti politik yang dia bangun di Sulawesi Selatan.
Lantas seperti apa dinasti politik Syahrul Yasin Limpo? Berikut ulasannya.
Kiprah di pemerintahan
Nama Syahrul Yasin Limpo sudah tidak asing lagi dalam dunia pemerintahan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.
Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Pertanian di pemerintahan Jokowi-Maruf, Yasin Limpo telah meniti karier politik dan pemerintahan di Sulsel.
Syahrul mengawali kariernya di pemerintahan ketika ia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota Makassar.
Ia menerima surat keputusan (SK) pengangkatannya sebagai PNS pada 1980. Tak butuh waktu lama, kariernya melesat dengan cepat.
Ia berhasil menempati sejumlah posisi strategis di Pemkot Makassar, di antaranya Kepala Seksi Tata Kota Makassar pada 1982.
Baca Juga: Mendadak Irit Bicara, Kapolda Metro Jaya Bungkam Soal Kasus Pemerasan Pimpinan KPK
Setahun kemudian, ia menduduki jabatan sebagai Kepala Sub Bagian Perangkat IV & PD Biro Pemerintahan Umum Kota Makassar.
Tak hanya di Kota Makassar, Syahrul juga sempat bekerja di Pemerintahan Kabupaten Gowa. Sebagai Kepala Wilayah Kecamatan Bontonompo pada 1984.
Setahun bekerja di Gowa, ia lalu ditarik ke pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan pada 1987 dan diangkat menjadi Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Wilayah Daerah (Setwilda) Tingkat I Sulsel.
Jabatan terakhir yang ia pegang di Pemprov Sulsel adalah Kepala Biro Humas Setwilda Tingkat I pada 1993.
Setahun kemudian, Syahrul terpilih menjadi Bupati Gowa sebanyak dua periode dari 1994 hingga 2002.
Lalu ia digandeng Gubernur Sulsel Amin Syam untuk menjadi Wakil Gubernur selama satu periode sejam 2003 hingga 2007.
Berita Terkait
-
Mendadak Irit Bicara, Kapolda Metro Jaya Bungkam Soal Kasus Pemerasan Pimpinan KPK
-
Bungkam Ditanya Kasus Pemerasan Pimpinan KPK, Kapolda Irjen Karyoto Ngibrit Masuk Mobil saat Dikejar Wartawan
-
Profil dan Biodata Eddy Hartono, Mantan Atlet Saksi Pertemuan Firli Bahuri dan SYL di GOR
-
Usai Diperiksa KPK 7 Jam, Anak Buah Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo Irit Bicara
-
Kabar Rumah Ketua KPK Firli Bahuri Digeledah Dibantah Ketua RW tapi Lokasi Perumahan Dijaga Ketat
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu