Lifestyle / Male
Selasa, 10 Oktober 2023 | 12:15 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo usai mengajukan surat pengunduran diri dari Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kemensetneg, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/10/2023). [Suara.com/Ria]

Suara.com - Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo kian menjadi perhatian publik, usai dirinya dikabarkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bukan hanya kasus dugaan korupsi yang menjeratnya yang jadi perbincangan publik, namun juga dinasti politik yang dia bangun di Sulawesi Selatan.

Lantas seperti apa dinasti politik Syahrul Yasin Limpo? Berikut ulasannya.

Kiprah di pemerintahan

Nama Syahrul Yasin Limpo sudah tidak asing lagi dalam dunia pemerintahan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Pertanian di pemerintahan Jokowi-Maruf, Yasin Limpo telah meniti karier politik dan pemerintahan di Sulsel.

Syahrul mengawali kariernya di pemerintahan ketika ia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota Makassar.

Ia menerima surat keputusan (SK) pengangkatannya sebagai PNS pada 1980. Tak butuh waktu lama, kariernya melesat dengan cepat.

Ia berhasil menempati sejumlah posisi strategis di Pemkot Makassar, di antaranya Kepala Seksi Tata Kota Makassar pada 1982.

Baca Juga: Mendadak Irit Bicara, Kapolda Metro Jaya Bungkam Soal Kasus Pemerasan Pimpinan KPK

Setahun kemudian, ia menduduki jabatan sebagai Kepala Sub Bagian Perangkat IV & PD Biro Pemerintahan Umum Kota Makassar.

Tak hanya di Kota Makassar, Syahrul juga sempat bekerja di Pemerintahan Kabupaten Gowa. Sebagai Kepala Wilayah Kecamatan Bontonompo pada 1984.

Setahun bekerja di Gowa, ia lalu ditarik ke pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan pada 1987 dan diangkat menjadi Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Wilayah Daerah (Setwilda) Tingkat I Sulsel.

Jabatan terakhir yang ia pegang di Pemprov Sulsel adalah Kepala Biro Humas Setwilda Tingkat I pada 1993.

Setahun kemudian, Syahrul terpilih menjadi Bupati Gowa sebanyak dua periode dari 1994 hingga 2002.

Lalu ia digandeng Gubernur Sulsel Amin Syam untuk menjadi Wakil Gubernur selama satu periode sejam 2003 hingga 2007.

Load More