Suara.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mendadak bungkam kepada awak media saat ditanya terkait perkembangan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Sejumlah awak media termasuk Suara.com mencoba mengonfirmasi terkait kasus dugaan pemerasan pimpinan KPK itu kepada Karyoto, Selasa (10/10/2023) hari ini.
Namun Kapolda Metro Jaya itu tampak bergegas masuk mobil saat dikejar wartawan usai menghadiri acara 'Deklarasi Anti Hoax' di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Jakarta.
Beberapa wartawan juga sempat berupaya mengonfirmasi terkait kabar adanya upaya penggeledahan di rumah pribadi dan ruang kerja Ketua KPK Firli Bahuri. Namun Karyoto enggan menjawab.
"Ke Kabid Humas," ucap Karyoto.
Diketahui penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah meningkatkan status perkara dugaan pemerasan pimpinan KPK ke tahap penyidikan. Peningkatan status perkara dilakukan usai penyidik menemukan adanya dugaan unsur pidana di balik kasus tersebut.
Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa enam saksi. Beberapa di antaranya SYL berserta sopir dan ajudannya. Kemudian juga Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.
Nama Irwan sempat disebut sebagai sosok perantara yang mempertemukan Ketua KPK Firli Bahuri dengan SYL Desember 2022 lalu.
Kapolrestabes Semarang tersebut juga diketahui merupakan suami dari Andi Tenri Gusti Hanum Utari Natassa, keponakan SYL.
Baca Juga: KPK Kembali Panggil Petinggi Kementan, Giliran Sekjen Kasdi Subagyono Diperiksa Penyidik
Foto pertemuan antara SYL dan Firli baru-baru ini beredar di media sosial. Dalam foto tersebut Firli nampak mengenakan kaus olahraga. Sedangkan SYL terlihat mengenakan kemeja hitam bercorak putih.
Pertemuan ini disebut terjadi di sebuah Gor Bulutangkis di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat pada Desember 2022 lalu.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak menyebut penyidik telah merencanakan memeriksa kembali Irwan setelah perkara tersebut resmi ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan.
"Setelah tahap penyidikan ini, akan diagendakan pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangan sebagai saksi," kata Ade.
Berita Terkait
-
KPK Kembali Panggil Petinggi Kementan, Giliran Sekjen Kasdi Subagyono Diperiksa Penyidik
-
Bungkam Ditanya Kasus Pemerasan Pimpinan KPK, Kapolda Irjen Karyoto Ngibrit Masuk Mobil saat Dikejar Wartawan
-
Profil dan Biodata Eddy Hartono, Mantan Atlet Saksi Pertemuan Firli Bahuri dan SYL di GOR
-
Kesaksian Ketua RW Soal Kabar Rumah Firli Bahuri Di Bekasi Digeledah Polisi
-
Usai Diperiksa KPK 7 Jam, Anak Buah Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo Irit Bicara
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?