Suara.com - Kesehatan mental kerap dianggap sebelah mata lantaran kerap tidak langsung terasa seperti kesehatan fisik. Padahal, kondisi mental juga bagian dari tubuh yang harus dijaga kesehatannya. Itu sebabnya ada peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia setiap tahunnya pada tanggal 10 Oktober.
Tujuan dari peringatan itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang pentingnya kesehatan jiwa serta memberikan dukungan bagi penyandang kesehatan mental.
Data Kementerian Kesehatan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Juga lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.
Selain itu, berdasarkan Sistem Registrasi Sampel yang dilakukan Badan Litbangkes tahun 2016 diperoleh bahwa data bunuh diri pertahun sebanyak 1.800 orang atau setiap hari ada 5 orang melakukan bunuh diri. Juga ada 47,7 persen korban bunuh diri berusia 10-39 tahun, yang merupakan usia remaja dan produktif.
Untuk menjaga diri dari risiko gangguan mental, menjaga kesehatan mental sebenarnya bisa dilakukan secara sederhana dari aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan survei dari platform solusi kesehatan mental digital, FWD Insurance Indonesia, ditemukan bahwa 65 persen orang di Indonesia percaya kesehatan mental akan menjadi salah satu masalah paling kritis di tahun-tahun mendatang.
Oleh sebab itu, pencegahan jadi salah satu cara paling awal sebelum terjerat gangguan tersebut. FWD Insurance Indonesia berikan tips untuk jaga kesehatan mental secara sederhana agar kualitas hidup jadi lebih baik.
- Memiliki self-love dengan menerima dan menghargai diri sendiri sehingga bisa memperlakukan diri sendiri sebaik mungkin.
- Melakukan self-care dengan rutin merawat diri secara fisik dan mental.
- Melakukan sharing, caranya berbicara tentang perasaan sendiri kepada orang yang dipercaya, agar merasa terbantu dan tidak merasa sendirian. Ataupun menulis lewat buku harian.
- Menerapkan pola makan yang sehat, agar dapat menjaga fungsi otak dan organ lainnya di tubuh yang baik untuk mental.
- Mengekspresikan emosi lewat seni, yang dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seni dari mulai menggambar, melukis, menyanyi, menari, dan sebagainya, mengingat seni merupakan bentuk kegiatan yang mindfulness dan sangat bermanfaat bagi kesehatan mental karena menjadi pelepas stress, meningkatkan rasa percaya diri, pemulihan diri dan expressive therapy.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
-
IHSG 'Kebakaran' Imbas Kabar MSCI, Saham-saham Idola Pasar Mendadak ARB!
Terkini
-
5 Serum Peptide untuk Samarkan Kerutan di Usia 50 Tahun, Hasilnya Seperti Botox
-
5 Skincare Mengandung Centella Asiatica untuk Perbaiki Skin Barrier
-
5 Cushion Lokal SPF 50 untuk Samarkan Keriput dan Flek Hitam Usia 55 Tahun
-
Ario Bayu Bintangi Film Sepenuhnya Indonesia, Cerita Hangat tentang Nilai yang Mulai Terlupa
-
Pertolongan Pertama saat GERD Kambuh, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan
-
4 Sepatu Trail Running Murah di Bawah Rp500 Ribu, Nyaman untuk Lari di Medan Berat
-
Bunyi Ikrar Pelajar Indonesia yang Wajib Dibacakan saat Upacara Bendera 2026
-
Es Gabus Terbuat dari Apa? Bukan dari Spons, Ternyata Ini Bahan Utamanya
-
Foundation dan Cushion Boleh Dipakai Bersamaan? Ini 6 Rekomendasi untuk Makeup Flawless
-
Bacaan Doa dan Salam Ketika Ziarah Kubur, Tradisi Menjelang Ramadan