Suara.com - Aktivitas harian dengan pekerjaan yang menumpuk jelang akhir tahun, media sosial, email, dan kebisingan umum sepanjang waktu dalam kehidupan dapat membuat kita lebih stres dan menyebabkan penurunan produktivitas.
Ada banyak faktor yang menyebabkan produktivitas seseorang turun, beberapa diantaranya adalah stres, sulit tidur, dan tubuh lesu. Untuk mengatasinya, mendaki gunung bisa jadi cara yang baik untuk mengatasi hal tersebut.
Chairman, Herbalife Nutrition Institute, David Heber mengatakan memutuskan hubungan dengan teknologi dan terhubung kembali dengan alam memberikan otak kita waktu istirahat yang sangat dibutuhkan.
Terlebih gunung memiliki udara yang lebih segar, yang baik untuk Anda jika tinggal di daerah perkotaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada manfaat nyata dari beraktivitas di luar ruangan dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Berikut adalah 4 manfaat mengapa mendaki di alam terbuka baik untuk kesehatan Anda:
1. Meningkatkan Kepadatan Tulang
Mendaki adalah jenis latihan yang membebani berat badan, yang berarti tulang dan otot Anda bekerja lebih keras melawan gravitasi.
Ini membantu tubuh Anda membangun atau mempertahankan kepadatan tulang, yang sangat penting saat kita menua.
Studi menunjukkan bahwa kepadatan tulang menurun sekitar satu persen setiap tahun setelah usia 40 tahun.
Baca Juga: 5 Manfaat Herbal Fenugreek bagi Kesehatan, Salah Satunya Melancarkan ASI
Beraktivitas di luar ruangan untuk mendaki dapat berdampak positif dalam membantu memperlambat penurunan ini. CDC juga merekomendasikan 30 menit latihan fisik seperti berjalan cepat, 5 hari seminggu.
Sebagai bonus tambahan, mendaki di alam terbuka memberi Anda dosis Vitamin D dari paparan sinar matahari. Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium, yang kita butuhkan untuk kesehatan tulang.
2. Meningkatkan Kualitas Tidur
Mendaki jarak jauh di alam tidak hanya dapat menginspirasi tidur pemulihan setelah mendaki, tetapi penelitian terbaru menyarankan bahwa ini juga dapat meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.
Dalam sebuah studi tahun 2017 yang dipublikasikan dalam Current Biology, peneliti Kenneth Wright dari University of Colorado Boulder mengukur siklus tidur subjek sebelum dan selama perjalanan berkemah akhir pekan.
Selama perjalanan, ketika subjek hanya terpapar cahaya alami (tanpa elektronik), kadar melatonin mereka meningkat, dan jam biologis internal mereka bergeser lebih awal. Studi ini menunjukkan bahwa berada di alam membantu kita beralih ke siklus tidur alami.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Perbandingan Harga BBM Subsidi dan BBM Nonsubsidi per Hari Ini 31 Maret 2026
-
Bukan Sekadar Pengganti Susu: Keajaiban Krimer Nabati yang Bikin Masakan Naik Kelas
-
5 Pilihan Cream Penghilang Flek Hitam untuk Usia 40 Tahun di Apotek
-
Katalog Promo Alfamart Powder Milk Fair Maret 2026, Diskon Susu Sampai 25 Persen
-
Makna Nama AHY Junior, Anak Kedua AHY dan Annisa Pohan
-
Apa Itu UNIFIL? Diserang Israel hingga Tewaskan Prajurit TNI
-
Dari Pit Walk Hingga Festival Musik: Mandalika Siapkan Konsep 'Sportainment' Balap Terbaru
-
Profil Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Tewas karena Serangan Israel di Lebanon
-
Link Countdown Pengumuman SNBP 2026 Hari Ini, Ini Situs Resmi dan Alternatifnya
-
Benarkah Harga BBM Berubah Setiap Tanggal 1? Ini Penjelasannya