Suara.com - Menjadi anak Ganjar Pranowo rupanya membuat Muhammad Zinedine Alam Ganjar rasakan dilema. Pasalnya, pemuda yang akrab disapa Alam itu kerap merasa serba salah terutama saat dirinya berhasil mencapai sesuatu atau gagal dalam hal tertentu.
Saat menjadi bintang tamu di podcast Merry Riana, Alam menceritakan momen ketika dia merasa diperlakukan dengan standar ganda. Menjadi anak Ganjar Pranowo yang dikenal sebagai mantan anggota DPR selama lima tahun serta Guberbur Jawa Tengah selama 10 tahun, rupanya membuat Alam sering mendapatkan ekspektasi berlebihan dari masyarakat.
Hal yersebut yang sering dia alami selama masa sekolah ketika dirinya aktif mengikuti berbagai perlombaan.
"Saya selalu diasosiasikan oleh bapak. Dalam kondisi menang orang bilang, 'jelas anaknya Ganjar'. Kalau kalah juga 'lho ini gimana sih anaknya Ganjar masa gak bisa'. Jadi saya dalam posisi serba salah," curhat Alam, dikutip dari podcast Merry Riana, Selasa (12/12/2023).
Di sisi lain, pria 22 tahun itu juga tak menampik adanya keuntungan menjadi anak dari seorang politisi ternama. Alam mengaku dirinya jadi punya banyak teman serta kenalan dari lingkungan ayahnya. Dari sana, mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu pada akhirnya bisa mendapatkan pengetahuan serta pengalaman baru juga.
"Jabatan yang dimiliki orang tua saya jadi blessing juga. Karena saya jadi memiliki banyak teman, dalam artian, bapak kan juga punya banyak teman, kenalan, jejaringnya luas. Di situ saya juga jadi bisa kenal banyak orang. Bisa dapat input knowledge yang lebih banyak lagi dari orang-orang itu. Itu mungkin salah satu blessing paling berharga," tuturnya.
Meski begitu, Alam menegaskan kalau orang tuanya juga enggan memanjakan dia dengan kemudahan melalui jabatan politik dalam memberikan sesuatu. Alam bahkan dilarang oleh orang tuanya untuk semena-mena memanfaatkan jabatan ayahnya yang saat itu masih menjadi kepala daerah.
"Hal-hal kaya gitu sudah ditanamkan sejak kecil. Kaya, 'kalau memang Alam porsinya bukan di sana, gak usah dipaksakan'. Jadi emang gak ada dorongan dari orang tua. Bahkan orang tua sangat membatasi atau bahkan say no untuk memfasilitasi atau provide hal-hal yang memang bukan porsinya saya," ujarnya.
Jawaban tersebut membuat Merry Riana jadi penasaran mengenai batasan yang diterapkan Ganjar dan istrinya dalam memberikan dukungan kepada anaknya.
Baca Juga: Sebut Ketimpangan di Masyarakat Makin Lebar, Apa Solusi dari Ganjar?
"Kalau berlawanan dengan aturan atau menggunakan jabatan priviledge kekuasaan yang dimiliki orang tua itu lah fondasi yang sangat ditutup rapat oleh orang tua saya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dievaluasi, Jangan Sampai Cuma Jadi Garis di Jalan
-
Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
-
Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook
-
Terungkap Isi Percakapan Group Komunitas Gay dari Ponsel Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi Depok
-
Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci