Suara.com - Ivan Gunawan baru-baru ini mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena berpakaian seperti perempuan saat membawakan program televisi Brownis. Hal ini diunggah langsung oleh KPI melalui akun Instagram resminya.
"Program ini kedapatan menampilkan adegan yang mengarah pada penormalan laki-laki bergaya perempuan yang dipertontonkan kepada khalayak," demikian keterangan KPI dalam rilisnya, Rabu (3/1/2023).
Menanggapi teguran tersebut, Ivan Gunawan sendiri mengaku tidak terima. Menurut desainer ternama satu ini, pakaian yang dikenakannya itu merupakan tren fashion pria pada zaman dulu. Oleh sebab itu, menurutnya, penggunaan fashion yang digunakan sendiri tidak seperti perempuan.
"Tuh liat @/kpipusat ini trend fashion tahun 60-an bapak moyang kita pake boots hak tinggi kalo ke pesta @/brownis_ttv hak itu bukan buat cewek doang .... paham arti fashion nggak sih," tulis Ivan Gunawan.
Di sisi lain, terkait laki-laki yang berpakaian outfit perempuan ini sendiri, rupanya Ivan Gunawan juga pernah membahasnya. Ia pernah melarang para pageant lovers (PL) laki-laki untuk menggunakan pakaian seperti seorang perempuan.
“Nah aku mau pesen juga ya buat temen-temen PL (pageant lovers) yang dateng bajunya sesuai gender ya, jangan pakai baju perempuan ini aku ingetin lagi berkali-kali Kalau ada PL laki-laki dateng pake baju perempuan gak boleh masuk ya, jadi rulesnya dresscode sesuai gender,” ucap Ivan Gunawan dalam potongan video yang diunggah akun Tiktok @ksmanto22, beberapa waktu lalu.
Ivan Gunawan mengatakan, para PL harus mengenakan outfit sesuai gender masing-masing. Namun, ia memperbolehkan laki-laki hadir mengenakan make up maupun heels. Hal ini karena kedua hal tersebut menurutnya bisa digunakan juga untuk laki-laki.
“Kalo lo make up gak apa-apa tapi bajunya harus sesuai gender, gak apa-apa (pakai heels) karena ketutup,” jelas Ivan Gunawan.
Di sisi lain, Ivan Gunawan juga mentolerir pria transgender yang sudah menjadi perempuan sepenuhnya, maka diperbolehkan. Namun, jika tampilannya masih seperti laki-laki, tetapi menggunakan pakaian seperti perempuan itu yang menurutnya dilarang.
Baca Juga: Ivan Gunawan Tak Takut Diboikot KPI, Padahal Konon Gajinya Rp80 Juta per Jam
“Kalo dia perempuan misalnya udah war wer wor jadi perempuan gak apa-apa karena dia kan begitu. Tapi kalau bentuknya kayak Aan (staf Ivan Gunawan) tau-tau pake kemben gua enggak mau,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
-
4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket
-
Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
-
Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek
-
Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
-
Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?