Suara.com - Belakangan ini kabar Afrika Selatan turut memperjuangkan kebebasan Palestina masih ramai menjadi sorotan. Negara Afrika Selatan yang diwakili sejumlah pengacara, salah satunya Vaughan Lowe melayangkan gugatan genosida Israel ke Mahkamah Internasional alias ICJ. Ditegaskan Lowe, praktik genosida tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun.
Ditegaskan oleh Fouder Indonesia Halal Watch itu bahwa langkah Afrika Selatan tidak hanya menyelamatkan bangsa Palestina namun juga memperjuangkan kemanusiaan.
Langkah konkret Afrika Selatan juga menjadi bukti bahwa ketidakadilan ada dimana-mana. Apa yang dilakukan Afrika Selatan ini berdampak pada sistem internasional.
"Akan ada tensi atau tekanan yang dapat mempengaruhi pemerintah global," kata Katib Syuriyah PBNU itu.
Per tanggal 11 hingga 12 Januari menurut laporan Ikhsan di Mahkamah Internasional, majelis hakim ICJ telah mendengarkan laporan Afrika Selatan atas genosida yang dilakukan Israel terhadap Bangsa Palestina.
Inisiasi ini menjadi sangat penting untuk perlu didukung karena sebagai langkah awal yang legal untuk mulai mentracking kejahatan internasional dan Hukum Humanitarian Internasional yang dilakukan Israel terhadap Palestina dengan menghadirkan bukti-bukti untuk menjatuhkan sanksi dan embargo.
Israel Sudah Melanggar Konvensi Genosida
Afrika Selatan berpendapat Israel telah melanggar Pasal II Konvensi Genosida. Adapun pengacara yang mewakili Afrika Selatan, Adila Hassim memaparkan serangkaian pelanggaran Israel terkait Konvensi Genosida.
1. Pembunuhan massal warga Palestina di Gaza
Baca Juga: Seret Israel ke Mahkamah Internasional, Terima Kasih Afrika Selatan!
Lebih dari 23 ribu warga Palestina telah terbunuh dari jumlah tersebut, sekitar 9600 adalah anak-anak dan 6.750 adalah perempuan. Ada 7000 orang yang masih hilang.
2. Menyebabkan kerugian fisik dan mental yang serius
Serangan Israel telah melukai hampir 60.000 warga Palestina, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Israel mengerahkan 6 ribu bom per-pekan. Setidaknya 200 kali, mereka telah mengerahkan bom seberat 2000 pon di Gaza Selatan.
3. Sengaja membuat kondisi yang tidak dapat menopang kehidupan
Israel telah memblokir makanan dan air hingga obat-obatan di jalur Gaza yang menyebabkan kelaparan meluas. Kondisi itu memaksa sekitar 85 persen warga Palestina di Gaza untuk mengungsi.
4. Mencegah kelahiran bayi di Gaza
Israel memblokir pengobatan penyelamat hiwa yang diperlukan untuk melahirkan bayi. Afrika Selatan menilai pemblokiran bertujuan untuk mencegah kelahiran dalam kelompok tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HP Lipat Honor Terbaru Dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Baterai 7.000 mAh
-
Nabung Dulu, Harga Emas Antam Naik Terus Jadi Rp2.695.000/Gram
-
Rekomendasi Saham Hari Ini yang Diramal Cuan usai Long Weekend
-
Selain Pangan, Energi Juga Vital untuk Pemulihan Gempa NTT
-
4 Kulkas Mini Murah untuk Apartemen Studio dan Ruang Kerja Minimalis
-
1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT
-
Danantara Mulai Jual Rumah Milik BUMN yang Tak Laku pada 27 Agustus
-
Ribuan Orang Berdesakan di Gunung Bawakaraeng, Tim SAR Evakuasi Puluhan Korban
-
Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!
-
Pencarian Wastra Nusantara Naik 540 Persen, AI Ubah Cara Gen Z Kenal Tradisi