Suara.com - Pembahasan tentang hilirasi nikel masih jadi topik perbincangan hangat dunia politik. Sebelumnya Tom Lembong mengkritik habis-habisan hilirisasi nikel yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Co-captain Timnas AMIN itu menyebut hilirisasi nikel di dalam negeri ugal-ugalan sehingga membuat harga nikel dunia anjlok.
Namun beda pendapat disampaikan oleh sesama Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang mengibaratkan Presiden Jokowi seperti sopir angkot di Medan karena berani menjalankan hilirisasi. Simak beda adab Tom Lembong vs Muhammad Lutfi usai 'didepak' Jokowi dari jabatan Mendag.
Tom Lembong
Nama Tom Lembong viral sejak disebut oleh cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam debat Pilpres 2024 pada Minggu (21/1/2024) lalu. Ketika beradu pendapat dengan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Gibran menyoroti Tom Lembong yang kerap mengkritik hilirisasi nikel di Indonesia.
Tom Lembong menilai harga nikel dunia anjlok saat ini dikarenakan hilirisasi nikel di Indonesia yang ugal-ugalan. Dia mengungkap proses hilirisasi yang dilakukan di Indonesia bak 'Senjata Makan Tuan' yang berujung merugikan Indonesia sendiri.
"Yang kita anti adalah hilirisasi yang ugal-ugalan. Berujung konyol karena senjata makan tuan, saking gencarnya menggenjot smelter nikel, kemudian membanjiri dunia dengan suplai nikel sampai harganya anjlok," ungkap Tom Lembong dalam program Your Money Your Vote CNBC Indonesia.
Namun begitu, dia menyebut program hilirisasi masih menjadi visi-misi dari paslon AMIN. Dengan demikian, Tom Lembong menegaskan pihaknya tidak anti hilirisasi, tapi hal itu akan dilakukan dengan tidak ugal-ugalan.
"Kita menjadi korban dari kebijakan yang kita bikin sendiri. Kita sama sekali tidak anti hilirisasi, hilirisasi itu juga ada di visi misi Anies-Muhaimin," ungkap dia.
Seperti diketahui, Tom Lembong mulai terjun ke dunia politik ketika menjadi penasihat ekonomi dan menuliskan pidato untuk Jokowi yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta. Kedekatan Tom Lembong dengan mantan Wali Kota Solo itu berlanjut ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden periode 2014-2019.
Tom Lembong pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Perdagangan pada 2015-2016 di periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi. Jabatan terakhir Tom Lembong di kabinet Jokowi adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2016-2019. Kekinian Tom Lembong adalah Co-Captain Tim Nasional (Timnas) Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN) di Pilpres 2024.
Baca Juga: Soal Dugaan Unggah Pasal Palsu Pemilu, Anies Respons Pelaporan Tom Lembong ke Bawaslu
Muhammad Lutfi
Beda pendapat dengan Tom Lembong, Muhammad Lutfi yang merupakan mantan Menteri Perdagangan (Mendag) 2020 - 2022 justru memuji program hilirisasi nikel yang dilakukan Jokowi. Lutfi bahkan mengibaratkan Presiden Jokowi seperti sopir angkot di Medan yang berani menjalankan hilirisasi, sedangkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menjadi keneknya.
Analogi dari Lutfi jadi gambaran Jokowi dan Luhut berani menyelesaikan berbagai desakan luar negeri yang tidak mendukung program hilirisasi pemerintah Indonesia.
"Presiden kita berani dan gagah perkasa, beliau ini saya analogikan kayak sopir Medan. Sopir Medan tuh begini, naik enggak naik kita jalan, dan yang jalan kebetulan juga berani investornya," ungkap Lutfi di acara Repnas bertema 'Blak-blakan soal Mobil Nasional dan Polemik LFP vs Nikel' di Jakarta pada Senin (29/1/2024).
"Pak Luhut keneknya, ini keneknya juga jago sangat berani. Dia ini perjumpaan yang memang Indonesia Pusaka ini," sambung dia.
Lutfi menjelaskan saat ini Indonesia menghadapi investor dari negara luar yang sangat pemilih sehingga menimbulkan subjektivitas. Apabila negara lain menjalankan hilirisasi dianggap jelek.
"Hilirisasi bagus karena bisa industrialisasi keluar dari middle income. Begitu dibikin negara lain dia bilang jelek, ini namanya subjektivitas," tutur dia.
Berita Terkait
-
Soal Dugaan Unggah Pasal Palsu Pemilu, Anies Respons Pelaporan Tom Lembong ke Bawaslu
-
Gibran Mendapat Penilaian Tinggi dari Lutfi di Debat Cawapres
-
Anies Respons Pelaporan Tom Lembong ke Bawaslu Soal Dugaan Unggah Pasal Palsu Pemilu
-
Tom Lembong Sebut Pemerintah Jokowi Penakut di Kancah Internasional
-
Buntut Komentari Presiden Ikut Kampanye, Tom Lembong Dilaporkan ke Bawaslu
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Doa Tahlil dan Tawasul Ziarah Kubur Idulfitri Lengkap dan Mudah Dibaca
-
Apakah Masih Boleh Puasa Jika Sudah Mendengar Suara Takbir? Ini Penjelasannya
-
4 Ucapan Sungkem dari Menantu ke Mertua dalam Bahasa Jawa Agar Terlihat Sopan
-
Ucapan Meminta Maaf Saat Lebaran Pakai Bahasa Jawa: Halus, Sopan, dan Menyentuh Hati
-
Kenapa Pohon Tidak Bergerak Saat Lebaran Menurut Islam? Ini Penjelasannya
-
Nagita Slavina dan Raffi Ahmad Jadi Foster Family untuk Bayi Muhammad, Apa Bedanya dengan Adopsi?
-
Sebelum Salat Idulfitri Makan atau Tidak? Ini Amalan yang Dianjurkan Sesuai Sunah
-
Teks Khutbah Idulfitri 2026 Singkat, Penuh Makna, dan Mudah Dipahami
-
Sering Disalahartikan, Ini Arti Minal Aidin Wal Faizin yang Sebenarnya
-
Ketinggalan 1 Rakaat Salat Idulfitri? Ini yang Harus Dilakukan agar Ibadah Tetap Sah