Suara.com - Viral Wakil Ketua Bidang Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah menyebut paslon 01 Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN) akan jadi tersangka setelah Pilpres 2024. Fahri mengatakan penetapan tersangka Anies dan Cak Imin terjadi karena keduanya sering mengkritik program food estate.
Fahri menjelaskan kegagalan program food estate itu hanya sekedar pemberitaan media massa. Politikus Partai Gelora ini juga meyakini Prabowo Subianto tidak akan diproses hukum meski program food estate yang dikelolanya dianggap gagal. Lantas seperti apa rekam jejak Fahri Hamzah?
Simak rekam jejak mentereng Fahri Hamzah yang mendadak sebut Anies - Cak Imin akan jadi tersangka berikut ini.
Rekam Jejak Fahri Hamzah
Fahri Hamzah lahir di Sumbawa, 10 November 1971 sehingga kini berusia 52 tahun. Dia mulai tertarik dengan dunia politik ketika menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) tahun 1992. Sebelumnya, Fahri sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Mataram, tapi tak dilanjutkannya pada tahun kedua.
Kegiatan kemahasiswaan di UI membuat Fahri makin tertarik masuk ke dunia politik. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Forum Studi Islam FE UI hingga Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa UI periode 1996-1997.
Usai menyelesaikan kuliah, Fahri aktif membentuk forum-forum komunikasi politik antarmahasiswa. Dia bahkan menjadi salah satu pelopor pembentukan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Malang dan sempat menjabat sebagai Ketua I dalam periode 1998-1999.
Selain itu Fahri juga masuk dalam jajaran aktivis reformasi tahun 1998. Setelah Presiden Soeharto lengser, Fahri mulai gencar mencari kesempatan untuk masuk ke dunia politik. Dia kemudian terpilih sebagai staf ahli MPR RI periode 1999 - 2002.
Setelah 2 tahun bekerja dengan MPR RI, Fahri mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI melalui dapil tanah kelahirannya, NTB pada pemilu tahun 2004 dari fraksi PKS. Fahri pun terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009.
Fahri lag-lagi mencalonkan diri dalam pemilu tahun 2009 dan kembali terpilih dari dapil NTB. Karier politik Fahri terus makin moncer saat dia kembali terpilih dalam Pemilu 2014. Dia juga terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI tahun 2014-2019.
Baca Juga: Anies Sebut Rakyat Madura Konsisten dengan Gagasan Perubahan
Namun sayangnya, Fahri dipecat dari PKS pada tahun 2016 karena dituding tidak amanah dalam menjalankan tugasnya. Tapi Fahri tetap menjalankan tugasnya setelah melakukan banding di tahun 2017 dan menuntut pemulihan nama baik dan ganti rugi Rp 30 milliar sehingga pemecatannya itu dibatalkan.
Pernyataan-pernyataan Fahri yang cukup kontroversial menjadi penyebab perseteruan, mulai dari tanggapan terhadap keberadaan anggota DPR hingga terkait wacana pembubaran KPK. Mengakhiri kariernya di PKS setelah tidak terpilih lagi di Pemilu 2019, Fahri pindah ke Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Partai Gelora) dan menjabat sebagai wakil ketua.
Politisi senior ini sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial seperti terkait keberadaan KPK dan mengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Menariknya setelah jadi salah satu caleg DPR RI dari Partai Gelora untuk Dapil NTB I, Fahri justru mendukung capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo - Gibran. Padahal Gibran adalah putra dari Presiden Jokowi yang selalu dikritiknya itu.
Bahkan Fahri mendorong penyelenggaraan Pilpres 2024 satu putaran sebagai solusi untuk menghadapi geopolitik yang tidak stabil. Dia juga menyarankan rakyat Indonesia memilih pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 secara aklamasi.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Anies Sebut Rakyat Madura Konsisten dengan Gagasan Perubahan
-
Kunjungi Madura, Anies Bawa Misi Perubahan untuk Rakyat
-
Mengenal Keluarga Katholik yang Dulu Tampung Anies di AS: Bicara Islam dari Gereja ke Gereja
-
Anies-Muhaimin Diyakini Bisa Berjaya di Sumenep Madura
-
Anies Baswedan Dikasih Kaos oleh Pendukung Pakai Tongkat: Tak Ada Lempar Kaos!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu