Suara.com - Jauh sebelum polemik baliho editan Adian Napitupulu yang diviralkan, sosok caleg PSI Ronald Sinaga ternyata punya riwayat kontroversial hingga menyinggung beberapa pejabat.
Ronald Sinaga atau yang lebih dikenal Bro Ron jadi salah satu orang yang ikut memviralkan baliho Adian Napitupulu, yang disebut sebagai baliho editan karena sosoknya terlihat lebih muda dan beda dengan wajah asli.
Bermula dari unggahan Bro Ron di TikTok, banyak yang salah fokus dengan wajah editan Adian Napitupulu hingga janji politik yang ada di baliho salah satu anak buah Megawati Soekarnoputri tersebut.
Sebelum aksinya membuat baliho Adian Napitupulu viral, berikut riwayat kontroversial Ronald Sinaga hasil rangkuman suara.com, Rabu (31/1/2024).
1. Kirim karangan bunga untuk tagih utang
Sosok Ronald Sinaga sempat viral karena mengirim karangan bunga pernikahan tak biasa. Diunggah di akun Instagramnya, @brorondm, pada 2019 silam, pria tersebut pernah memberikan karangan bunga dengan ucapan agar sang mempelai melunasi utang.
Menurut Ronald, sebenarnya orang yang berutang kepadanya itu sudah tahu akan dipermalukan olehnya pada hari pernikahannya.
"Saya ancam secara halus, pokoknya kalau ini belum selesai sebelum pesta, saya bilang, 'Kamu akan saya bikin malu'. Walaupun saya tahu saya tidak diundang," ucap Ronald seraya tertawa kepada awak media.
2. Mengkritik Erick Thohir
Baca Juga: Profil Marsha Siagian, Caleg PSI Rela Habis Rp150 Juta per Bulan Demi 'Coba-coba' Jadi Wakil Rakyat
Pada pertengahan 2023, Bro RON sempat viral karena berani mengkritik Menteri BUMN Erick Thohir, bahkan hingga mendatangi langsung kantor kementerian BUMN dan melakukan demonstrasi menuntut haknya.
Usut punya usut, permasalahan Bro Ron dan Erick Thohir ternyata berkaitan dengan utang piutang yang dikabarkan haknya sudah bertahun-tahun tak kunjung dibayarkan sama sekali. Padahal jika diingat, jargon andalan Erick Thohir adalah "bersih-bersih BUMN", tentu hal ini jadi kontradiktif dengan realita.
3. Dilaporkan polisi diduga karena penggelapan
Lelaki bernama lengkap Ronald Aristone Sinaga itu, pada November tahun lalu dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan penggelapan dalam jabatan.
Pelaporan tersebut dilakukan pada oleh PT Mutiara Karet Sejati melalui kuasa hukumnya Kantor hukum Aulia Ramadhani & Partners dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/6592/XI/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA. Penggelapan tersebut, kata Aulia, telah menimbulkan kerugian pada perusahaan dengan perkiraan total kerugian sekitar Rp 6 miliar.
4. Bertengkar dengan camat
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul