Suara.com - Media sosial X atau Twitter tengah diramaikan oleh tagar JanganJadiDosen. Ribuan cuitan membagikan pengalamannya menjadi dosen di Tanah Air selama bertahun-tahun yang diberi gaji hingga tunjangan tak pantas.
Mereka merasa bernasib sama seperti guru honorer yang hingga kini masih kurang diapresiasi dari segi pendapatan. Padahal, tenaga pendidik memiliki peranan penting untuk kecerdasan para penerus bangsa.
Namun kenyataannya, balas jasa mereka masih jauh dari kata layak hingga tak sedikit yang memilih berkarier di luar negeri. Lantas, berapa sebetulnya gaji dosen perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia?
Besaran Gaji Dosen di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
Besaran gaji setiap dosen bisa berbeda-beda karena ditentukan dari pangkat atau jabatan akademik yang diduduki. Hal ini juga tergantung dengan kebijakan perguruan tinggi tempat mereka mengajar.
Gaji dosen PNS sendiri telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019. Besarannya dihitung berdasarkan pangkat dan golongan PNS. Contoh, dengan pengalaman 0-1 tahun ada pada golongan III.
Adapun kualifikasi menjadi dosen saat ini adalah lulusan minimal S2. Lalu, mereka dengan lulusan S3 pun memiliki golongan jabatan yang berbeda. Berikut rincian gaji dosen di Perguruan Tinggi Negeri (PTN):
A. Gaji dosen PNS golongan III (lulusan S2)
Golongan IIIb: Rp 2.688.500-Rp 4.415.600
Baca Juga: Tagar #JanganJadiDosen #JanganJadiGuru Trending di Dunia Maya, Ini Penyebabnya
Golongan IIIc: Rp 2.802.300-Rp 4.602.400
Golongan IIId: Rp 2.920.800-Rp 4.797.000.
B. Gaji dosen PNS golongan IV (lulusan S3)
Golongan IVa: Rp 3.044.300-Rp 5.000.000
Golongan IVb: Rp 3.173.100-Rp 5.211.500
Golongan IVc: Rp 3.307.300-Rp 5.431.900
Golongan IVd: Rp 3.447.200-Rp 5.661.700
Golongan IVe: Rp 3.593.100-Rp 5.901.200
Sementara itu, gaji dosen di luar Kemendikbud Ristek memiliki rentang gaji berbeda. Misalnya saja di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), para dosen akan diberi gaji mulai dari Rp 6,1 - Rp 11,9 juta.
Lalu, untuk gaji dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang diberikan sekitar Rp 7 juta - Rp 25 juta. Sedangkan besaran gaji dosen di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai dari Rp 8 juta - Rp 9,29 juta.
Selanjutnya di Kemenag, para dosen bisa digaji Rp 7 juta - Rp 10 juta dan Kemenkes sekitar Rp 3,4 juta - Rp 9 juta. Lantas, bagaimana dengan pendapatan dosen yang mengajar di Perguruan Tinggi Swasta (PTS)?
Gaji dosen di kampus swasta memiliki nominal yang berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing perguruan tinggi. Meski begitu, pemerintah telah mengaturnya dalam Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003.
Menurut kebijakan tersebut, gaji dosen swasta adalah sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai wilayah mereka bekerja. Selain itu, setiap dosen swasta juga berhak menerima tunjangan atau uang tambahan.
Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2009. Mereka diberikan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok yang terhitung mulai Januari tahun berikutnya usai menerima sertifikat pendidik.
Selanjutnya, menurut Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Nomor 20 Tahun 2017, tunjangan profesi diberikan bagi dosen yang mempunyai jabatan Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Profesor.
Selain itu, dosen juga diberikan tunjangan lain ketika bertugas di daerah khusus. Besarannya juga satu kali gaji pokok. Tak cukup sampai di situ, mereka juga menerima tunjangan kehormatan setiap bulannya.
Tunjangan itu dua kali dari gaji pokok dan diberikan bagi dosen yang memiliki jabatan akademik profesor. Lalu, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65 Tahun 2007, berikut rincian tunjangan yang diterima:
Ia. Tunjangan Rektor Guru Besar: Rp 5.500.000
Ib. Lektor Kepala: Rp 5.050.000
IIa. Tunjangan Pembantu Rektor/Dekan Guru Besar: Rp 4.500.000
IIb. Lektor Kepala: Rp 4.050.000
IIIa. Tunjangan Pembantu Dekan/Ketua Sekolah Tinggi/Direktur Politeknik/Direktur Akademi Guru Besar: Rp 3.325.000
IIIb. Lektor Kepala: Rp 2.875.000
IIIc. Lektor: Rp 2.675.000
IVa. Tunjangan Pembantu Ketua/Pembantu Direktur Guru Besar: Rp 1.800.000
IVb. Lektor Kepala: Rp 1.550.000
IVc. Lektor: Rp 1.350.000
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Tagar #JanganJadiDosen #JanganJadiGuru Trending di Dunia Maya, Ini Penyebabnya
-
Asosiasi Kampus Swasta Minta Semua Pihak Terima Siapapun Capres Terpilih, Pendukung Diminta Bersatu
-
Profil dan Karier Zainal Arifin Mochtar, Pemeran Film Dirty Vote yang Viral Jelang Pemilu 2024
-
6 Imbauan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Jelang Pemilu 2024: Kampus Jangan Terlibat Politik Praktis!
-
Blak-blakan Dosen UGM, Ada Operasi yang Menahan Civitas Akademika Kritik Jokowi Soal Pemilu
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa
-
5 Rekomendasi Parfum Wanita Aroma Elegan untuk Buka Bersama
-
Profil Irawati Puteri, Alumni LPDP Eks SPG Nugget yang 'Diburu' Netizen
-
Santa Josephine Margaret Bakhita: Mantan Budak yang Ingin Cium Tangan Penyiksanya
-
Jadwal Itikaf di Masjid Salman ITB: Cek Cara Daftar, Biaya dan Fasilitasnya!
-
Viral Alumni LPDP Diburu Netizen Buntut Kasus Dwi Sasetyaningtyas
-
Cuti Bersama dan WFA Libur Lebaran 2026 Mulai Kapan? Cek Jadwal Resminya
-
Bak Noni Belanda, Gaya Glamor Sarifah Suraidah Berbagi ke Pedagang Digunjing
-
Wajib Coba, Food Avenue Baru di Bogor Tawarkan Surga Kuliner Ramadan: Dari Soto Hingga Bakso!
-
Bibir Kerap Terlupakan, Padahal Rentan Rusak: Pentingnya Lip Balm SPF untuk Senyum yang Sehat