Suara.com - Susi Pudjiastuti memang sangat berprestasi sebagai seorang pengusaha maupun menteri. Sosoknya yang tegas dan kerap melontarkan jargon “tenggelamkan!” semasa menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan membuat Susi diidolakan banyak masyarakat.
Namun di balik kesuksesannya, Susi ternyata pernah dipaksa oleh Anies Baswedan agar mendapatkan ijazah Paket C yang setara dengan kelulusan SMA.
Kisah ini pernah diungkapkan sendiri oleh Susi dan Anies di sebuah acara televisi. Rupanya kala itu Anies meminta Susi untuk mengikuti ujian Kejar Paket C sekaligus untuk mempromosikan program dari kementeriannya tersebut, apalagi karena Susi dikenal sebagai menteri yang “cuma” lulusan SMP.
“Jadi kalau kemana-mana (ada yang bilang) ‘Enggak ah, nggak mau Paket C’, gampang, nanti jawabnya ‘Lihat itu Ibu Susi aja Paket C’,” tutur Anies, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Selasa (5/3/2024).
Namun walaupun begitu, Susi ternyata sudah memiliki gelar Doktor Honoris Causa alias Dr. HC. Tak tanggung-tanggung, dua perguruan tinggi memberikan gelar kehormatan tersebut untuk mengapresiasi semua jasa yang telah diberikan oleh Susi.
Dikutip dari Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1980, gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) adalah gelar kehormatan yang diberikan oleh suatu Perguruan Tinggi kepada seseorang yang dianggap telah berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia.
Perguruan tinggi pertama yang memberikannya gelar Doktor Honoris Causa adalah Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Sedianya gelar ini diberikan dalam upacara rapat senat terbuka pada 3 Desember 2016.
Undip rupanya memandang Susi telah berjasa begitu besar dalam memperjuangkan kemakmuran rakyat dan bangsa Indonesia. Usulan gelar Doktor Kehormatan ini disampaikan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip yang linier dengan bidang keahlian Susi.
Selain itu, Susi juga menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Adalah Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan ITS yang mengusulkan pemberian gelar tersebut.
Baca Juga: Ditunjuk Jadi Direktur Susi Air, Nadine Kaiser Nangis Ungkap Beban Berat saat Menjalani Tugasnya
Faktor utamanya adalah mempertimbangkan rekam jejak Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 yang dianggap berhasil serta mempunyai visi-misi yang jelas dalam mengentaskan permasalahan kelautan Indonesia.
Susi juga dinilai berhasil menjamin pengelolaan laut Indonesia yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, ITS juga mempertimbangkan karya tulis Susi yang bertajuk “Manajemen dan Konservasi Sumber Daya Kelautan” yang dinilai berhasil mengurai kompleksitas pengelolaan kelautan dan konservasi kelautan Indonesia dalam tulisan yang komprehensif.
Berita Terkait
-
Ditunjuk Jadi Direktur Susi Air, Nadine Kaiser Nangis Ungkap Beban Berat saat Menjalani Tugasnya
-
Anies Baswedan soal Ledakan Suara PSI di Pemilu 2024: Kepercayaan Rakyat Bisa Hilang
-
Alvy Xavier Blak-blakan Mau Jadi Pilot, Padahal Punya Jabatan Moncer di Susi Air
-
Bantah Ditutup, Pemprov DKI Sebut Sumur Resapan Warisan Anies Justru Diperbaiki Biar Pengendara Aman
-
Kriteria Cewek Idaman Putra Susi Pudjiastuti, Pantas Sempat Pacari Artis
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Naik Kereta Bukan Sekadar Perjalanan, Kini Stasiun Jadi Lifestyle Space Baru
-
Apa Itu Tapa Bisu? Tradisi yang Dilakukan Setiap Malam 1 Suro
-
Perlukah Pakai Bedak Tabur usai Pakai Cushion? Ini Saran MUA agar Makeup Tahan Lama
-
5 Lip Serum untuk Atasi Bibir Kering dan Pecah-pecah, Bisa Melembapkan dan Mencerahkan
-
Rekam Jejak Said Iqbal, Sang Tokoh Buruh yang Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden
-
Handbody Apa yang Mengandung Kolagen? Ini 5 Pilihan Murah yang Dapat Review Bagus
-
5 Skincare Andalan Asha Assuncao "Terikat Janji" untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat
-
Kurangi Emisi Tak Selalu Butuh Teknologi Baru: Pelajaran dari Arsitektur Vernakular di Indonesia
-
3 Maskara Andalan Davina "Terikat Janji" agar Bulu Mata Lentik dan Panjang di Depan Kamera
-
3 Produk Lipstik Andalan Asha Assuncao, Bibir Jadi Plumpy Ala Davina 'Terikat Janji'