Suara.com - Aaliyah Massaid punya cerita berkesan tentang Bulan Ramadan. Kekasih Thariq Halilintar itu mengaku kalau dirinya punya kegiatan yang wajib dia lakukan setiap Ramadan, yakni itikaf atau berdiam diri di dalam masjid.
"Setiap bulan Ramadhan aku selalu enggak sabar menanti itikaf. Kayak tahun lalu aku setiap itikaf itu dari jam 12.00 malam sampai salat subuh itu di masjid," cerita Aaliyah saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Bund Lifetainment.
Namun, pengakuan Aaliyah Massaid justru dapat cibiran dari warganet yang ragu dengan ucapan tersebut. Sejumlah warganet juga heran dengan waktu pelaksanaan Aaliyah yang justru memulai itikaf pada tengah malam.
"Lu ngapain di masjid dari jam 12 sampai subuh Al. Di tempat gue jam 12 udah selesai tadarusan," komentar warganet.
"Dari jam 12 malam sampai subuh di masjid, dia sahurnya kapan di mana? Yang bangunin sahur aja nyempetin pulang dulu buat sahur," timpal warganet lainnya.
Itikaf memang menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan saat Ramadan, terutama pada 10 hari terakhir. Rasulullah saw menyatakan bahwa i’tikaf di 10 malam terakhir Ramadhan bagaikan beri’tikaf bersama beliau.
Pengertian itikaf adalah berdiam diri di masjid yang disertai dengan niat. Dikutip dari NU Online, tujuan melakukan itikaf untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara seperti dzikir, bertasbih, membaca Al Quran, bermuhasabah, mengingat hari akhir, mendengarkan nasihat dan ilmu-ilmu agama, bergaul dengan orang-orang saleh dan cinta kepada-Nya, memutus segala hal yang dapat melupakan akhirat, dan sebagainya.
Selain mengucapkan niat, salah satu rukun itikaf juga harus dilakukan dengan berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah salat.
Itikaf juga dibagi macamnya menjadi tiga, yakni itikaf mutlak, itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus, itikaf terikat waktu dan terus-menerus.
Baca Juga: Aaliyah Massaid Akui Salat Masih Sering Bolong, Thariq Halilintar Ikut Kena Sentil
Dalam itikaf mutlak, jika seseorang keluar dari masjid tanpa maksud kembali, kemudian kembali, maka ia harus berniat lagi. Dan itikaf keduanya dianggap sebagai itikaf baru. Berbeda halnya jika ia berniat kembali, baik kembalinya ke masjid semula maupun ke masjid lain, maka niat sebelumnya tidak batal dan tidak perlu niat baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Hukum Menukar Uang Baru Jelang Lebaran, Benarkah Riba? Begini Penjelasan Ulama
-
Apakah Boleh Berenang saat Puasa? Ini Penjelasannya
-
Terpopuler: Silsilah Keluarga Arya Iwantoro dan Kronologi Lengkap Dwi Sasetyaningtyas Di-blacklist!
-
Waktu Sahur Sampai Jam Berapa? Ini Batas Akhirnya Menurut Ulama
-
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh Hari Ini 24 Februari 2026, Panduan Akurat dari Kemenag RI
-
3 Cara Menghasilkan Uang dari HP Tanpa Modal untuk THR Lebaran, Terbukti Cuan Maksimal
-
7 Serum Alpha Arbutin dan Niacinamide Ampuh Hempas Noda Hitam, Siap Glowing saat Lebaran
-
Promo Kue Kaleng Indomaret Alfamart 2026 Terbaru, Potongan Harga Gede-gedean untuk Lebaran
-
3 Resep Kue Kering Lebaran Tanpa Oven, Anti Ribet Cuma Pakai Teflon
-
Apakah STNK Bisa Digadai? Tak Cuma BPKB, Cek Syarat Lengkapnya