Suara.com - Pendopo rumah Anies Baswedan terancam diambil pemerintah daerah (pemda) Ponorogo usai Ahmad Dhani sempat menyebut itu adalah bekas rumah kyai Hasan Besari pendiri Gontor. Dikatakan pengambilan kembali genteng dan pendopo rumah Anies dikarenakan dianggap sebagai peninggalan sejarah.
"Anies Baswedan dia rumahnya (yang di Jakarta) kan Joglo. Dia enggak sengaja beli (joglonya) sama temen saya. Itu joglonya punyanya Hasan Besari, dia wali besar, nenek moyangnya kyai-kyai Gontor," ucap Ahmad Dhani.
"Sekarang ini ada desas-desus, pemerintah Ponorogo itu mau minta balik (pendoponya Anies) atas nama cagar budaya," sambungnya.
Meski demikian, Anies Baswedan diketahui membeli rumah pendopo itu sejak 2009 melalui temannya. Ia membeli pendopo tersebut dan membangun ulang rumah joglo yang jadi miliknya itu.
Terkait pendopo sendiri, bangunan ini biasanya berbentuk segi empat, sering terlihat dengan desain tertutup. Bangungannya berupa dinding atau jendela-jendala berkaca. Namun, pintu masuknya pasti dibuat dari empat arah, depan-belakang dan samping kiri-kanan.
Terkait pendopo sendiri yang dimiliki Anies Baswedan dan terancam diambil ini rupanya memang memiliki makna dan filosofi penting, terutama bagi masyarakat Jawa. Pendopo memiliki makna mendalam yang diyakini oleh masyarakat Jawa.
Filosofi dan makna pendopo
Dikutip NU Online, bagi masyarakat Jawa dan Sunda, bangunan pendopo merupakan pengejawantahan estetika primordial papat kiblat kalimo pancernya orang Jawa. Ini adalah ruang alam semesta semesta dibagi menjadi empat kelipatannya, sudut, atau arah dengan satu pusatnya (pancer) di tengah.
Empat arah ini menunjukkan arah Timur-Barat-(Tengah)-Utara-Selatan. Sementara jika bangunan pendopo dibuat dua, maka mengarah pada arah mata angin lainnya.
Baca Juga: Unggahan Anies Baswedan Pakai Diksi Beragam yang Jarang Didengar, Sindir Indah Gunawan?
Makna pendopo dengan empat pintu yang terbuka sendiri menandakan menyatunya antara kawula (abdi) dengan gusti (raja/wakil Tuhan di bumi). Berdasarkan kepercayaan orang Jawa, sultan atau raja merupakan pengejawantahan wakil (khalifah) Tuhan di bumi.
Oleh sebab itu, pendopo biasanya dikenal sakral. Hal ini karena tempat menyatunya abdi dengan gusti atau raja. Menyatunya abdi dan raja akan menimbulkan gerak memusat dan menyebar menuju pusat. Gerak ini berkebalikan dengan arah jarum jam seperti tawaf dalam ajaran Islam.
Bukan hanya itu, pendopo sering digunakan untuk berbagai ritual sakral tertentu. Hal ini juga yang membuat pendopo sering digunakan untuk berbagai ritual sakral tertentu.
Dalam pandangan sejarah, pendopo ini sering dimaknai sebagai jejak kerajaan Jawa. Berbagai pendopo di kawasan Sunda juga sebagai bentuk penyebaran dari kerajaan Jawa. Ini terlihat dari penempatan para lembaga pemerintahan yang mengitari pendopo seperti bentuk tata ruang kerajaan Majapahit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
5 Skincare Mengandung Lendir Siput, Efektif Atasi Bopeng di Wajah
-
4 Serum Lokal untuk Atasi Kulit Kendur, Wajah Jadi Lebih Muda
-
Apakah Boleh Memakai Lipstik di Pipi? Ini 4 Rekomendasi Produk yang Aman dan Multifungsi
-
Megah! Mal Ini Disulap Jadi Taman Bunga Raksasa Sambut Imlek 2026, Intip Dekorasi Cantiknya
-
7 Bedak Paling Laris di Shopee, Cocok untuk Tutupi Flek Hitam dan Kerutan
-
Apakah Boleh Bayar Utang Puasa Ramadan setelah Nisfu Syaban? Simak Penjelasannya
-
Terpopuler: Teka-teki Ayah Ressa Anak Denada hingga Lipstik untuk Usia 60 Tahun
-
7 Rekomendasi Produk Skincare Yang Bantu Atasi Bopeng di Wajah
-
Membangun Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini Lewat Peran Guru dan Komunitas Sekolah
-
5 Pilihan Investasi untuk Ibu Rumah Tangga dengan Modal Receh