Di bidang transportasi, kota masa depan bertujuan untuk mengurangi emisi dan berkontribusi dalam mengurangi kemacetan perkotaan secara signifikan. Proyek andalannya adalah Dubai-Abu Dhabi Hyperloop, jalur ultra-cepat sepanjang 151 kilometer yang akab menelan biaya sekitar $6 miliar (€5,2 miliar). Bagian pertama sepanjang 10 kilometer (6,2 mil) telah selesai.
Hyperloop, serta jalur metro baru, bertujuan untuk mengurangi kemacetan di kota metropolitan yang kini berpenduduk lebih dari 3,5 juta jiwa, namun juga terpaksa dihuni oleh lebih dari satu juta mobil .
5. Iklim di Dubai
Iklim di Dubai mirip dengan iklim yang Anda temukan di seluruh Timur Tengah. Curah hujan rata-rata hanya 25 hari sepanjang tahun. Februari adalah bulan dengan rata-rata curah hujan terbanyak, namun kota ini hanya menerima curah hujan 1,4 inci selama bulan tersebut.
Meski jarang turun hujan, cuaca di Dubai tidak terlalu cerah. Ada 12 jam siang hari per hari di bulan Juni dan hanya delapan jam di bulan Januari. Anda sebaiknya menggunakan lampu jalan untuk menjelajahi kota, terutama jika Anda keluar hingga larut malam.
6. Dubai Memegang Lebih dari 300 Rekor Dunia
Dalam hal pencapaian yang luar biasa, Dubai memang memimpin. Kota yang dinamis ini secara mengejutkan memegang lebih dari 300+ rekor dunia. Dari Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia; The Dubai Frame, bingkai terbesar di dunia; Dubai Mall, pusat perbelanjaan terbesar di dunia; hotel Burj Al Arab, hotel in-suite tertinggi di dunia, hingga Mobil Polisi tercepat milik Polisi Dubai dan segudang prestasi luar biasa lainnya, Dubai secara konsisten terus melampaui batas.
7. Memiliki Sekumpulan Pulau Berbentuk Pohon Palem
Salah satu ciri khas Dubai adalah kumpulan pulau buatannya yang berbentuk pohon palem, yang dikenal sebagai Dubai Palm Jumeirah. Ciptaan luar biasa ini menyandang gelar kepulauan buatan terbesar di dunia, yang seluruhnya terbuat dari pasir dan batu.
Seseorang dapat menaiki helikopter yang mendebarkan untuk menikmati pemandangan indah Palm Jumeirah bersama dengan pemandangan landmark ikonik seperti Burj Khalifa, Burj Al Arab, Atlantis The Palm, dan garis pantai Jumeira, untuk sepenuhnya menikmati pemandangan dari atas. Anda juga dapat mengambil bagian dalam petualangan terjun payung, karena petualangan ini menawarkan perspektif unik dari Kepulauan Palm buatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Londo Ireng Artinya Apa? Ini Asal Usul Istilah yang Dipakai Prabowo Menyindir Jurnalis hingga LSM
-
Ulasan Novel Negara Kelima, Menguak Konspirasi Gelap Kelompok Aparat Korup
-
Mengurai Inovasi Regulasi dan Dominasi Institusi di Balik "Rebound" Pasar Kripto Global
-
Tidar Jakarta Barat: Pelantikan Sudaryono Momentum Pembenahan Sistem MBG
-
Soroti 'Privilese' Eks Jampidsus, Legislator NasDem: Jangan Sampai Muncul Kesan Perlakuan Berbeda!
-
Kris Dayanti Sabet Juara 1 Kejurnas Wushu Kungfu 2026, Buktikan Usia Bukan Halangan
-
Film La La Land Rayakan Anniversary 10 Tahun, Poster Terbaru Jadi Sorotan
-
PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah Tersangka Tak Pakai Rompi Pink-Borgol
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
-
PMII Kritik Kejagung: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah Jadi Tersangka Tanpa Rompi Pink dan Diborgol