Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono mengatakan target Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia di tahun 2024 ini belum tercapai. Ini karena terlihat industri fashion busana muslim Indonesia yang belum bersatu padu.
Poppy menjelaskan ada berbagai alasan Indonesia belum berhasil jadi kiblat fesyen muslim dunia di 2024. Salah satunya, ia banyak menemukan desainer dan brand fashion merasa sudah memiliki pelanggan setia lantas bersikap asal dalam membuat busana muslim.
"Belumlah (jadi kiblat fesyen muslim dunia), karena terus terang secara teknis masih banyak yang harus diperbaiki. Busana muslim itu kayaknya gampang tinggal potong-potong, tapi kalau diperhatikan cutting masih belum benar. Padahalkan harusnya, banyak sekolah (fashion) harus lebih baik," ungkap Poppy saat menutup event Ramadan Runway 2024 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Selain itu dari sisi pemerintah, Poppy juga menyayangkan alih-alih membuat industri fashion busana muslim jadi satu kesatuan ekosistem yang terintegrasi, ia malah mendapati pemerintah menggelar berbagai lomba yang digelar masing-masing instansi.
"Sekarang pemerintah adakan sendiri lomba ini sendiri, KADIN bikin, Kementerian Perindustrian bikin, Bank Indonesia bikin. Kenapa itu semua tidak disatukan integrasi bekerjasama dengan asosiasi seperti APPMI, bukan dia bikin sendiri bikin sendiri. Akhirnya yang ngerjain EO (event organizer), EO tujuannya asal selesai dibayar beres, tapi tidak memiliki visi yang lebih dalam," jelas Poppy.
Perempuan pemilik nama lengkap Poppy Susanti Dharsono itu mengatakan, dengan setiap instansi mengadakan acara fashionnya sendiri-sendiri hanya akan membuat skala acara lebih kecil.
Kondisi ini juga yang membuat desainer kerap kali terpecah konsentrasinya karena banyaknya acara fashion yang harus diikuti, sehingga kesulitan merancang busana yang lebih berkualitas hingga jadi pusat perhatian.
"Nggak tahu gimana sekarang semua mengadakan sendiri-sendiri, kecil-kecil, jadi terpecah desainernya itu-itu lagi (brand dan koleksinya sama)," kata Poppy.
"Lalu kenapa nggak jadi satu, semua kementerian dengan asosiasi (fashion desainer) duduk, apa yang bisa dilakukan agar visi dari pemerintah yang menginginkan Indonesia jadi pusat fashion busana muslim itu bisa tercapai," lanjutnya.
Baca Juga: Intip 5 OOTD Ngantor Anti-Monoton ala Member NCT Favoritmu!
Mantan model ini sangat percaya Indonesia mampu menjadi kiblat fesyen busana muslim dunia, bukan hanya karena sebagai negara penduduk pemeluk agama islam terbesar. Tapi juga Indonesia memiliki potensi dengan kekayaan budaya dan tradisi, sehingga karya rancangan busana cenderung lebih beragam dan lengkap.
"Kita bisa sangat bervariasi dengan adanya banyak bangsa yang ada di Indonesia, kita bisa eksplor. Jadi bisa seperti (busana) di Arab Saudi, bisa kayak India, tapi juga ada Sumatera, Maluku karena akulturasi budaya inilah justru itu kekayaan dari Indonesia," papar Poppy.
Potensi Indonesia jadi kiblat fesyen busana muslim dunia juga terlihat dari banyaknya apresiasi dari pihak luar. Salah satunya, baru-baru ini Poppy mendengar pujian dari istri duta besar Inggris yang mengakui Indonesia jadi tempat mencari busana muslim terlengkap.
"Karena kan suami aslinya dari Pakistan dan beragama islam. Jadi dia bilang, kalau ingin mencari busana muslim yang banyak variasinya ya di Indonesia dan itu memang betul, karena saya garap busana muslim sudah 30 tahun sejak APPMI berdiri," jelas Poppy.
Ini juga yang jadi alasan APPMI rutin menggelar event Ramadan Runway yang sudah memasuki tahun ke-12, agar jadi etalase rujukan busana muslim dari desainer ternama. Bahkan event ini sudah diminta dari berbagai pusat perbelanjaan Indonesia.
Fakta ini dibuktikan dari digelarnya Ramadan Runway 2024 di Mal Kota Kasablanka selama 25 hari, sejak 27 Maret hingga 21 April 2024 berhasil meraup omzet hingga Rp 8,9 miliar. Tidak kurang dari 75 jenama modest terlibat dalam event ini.
Acara juga diramaikan berbagai kegiatan, dari mulai peragaan busana, pencarian ikon Ramadan Runway Model Hunt, program pencarian entrepreneur muda di bidang fesyen bertajuk Indonesia Fashion Preneur Competition hasil kolaborasi APPMI dan Spark Fashion Academy (SFA).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Retinol Boleh Dicampur dengan Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Aman Dipakai Bersama
-
20 Link Download Poster Karnaval Ramadhan 2026 Lucu untuk Anak-anak
-
25 Ucapan Minta Maaf sebelum Ramadhan Bahasa Inggris yang Hangat
-
Apa Beda Qipao dan Cheongsam? Bisa Jadi Referensi Fashion Imlek 2026
-
Tampil di MTN Wave, Lukman Sardi hingga Kunto Aji Suguhkan Pertunjukan Seni Lintas Bidang
-
9 Fakta dan Kronologi Perang Knetz vs SEAblings Memanas di Medsos
-
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
-
5 Doa Berbuka Puasa yang dapat Kamu Gunakan Selama Ramadan 2026
-
Apakah Retinol Bisa Digunakan Setiap Hari? Cek Aturannya dan 3 Rekomendasi Produk Dosis Rendah
-
40 Poster Marhaban Ya Ramadhan 2026 Estetik Siap Dibagikan, Ini Link Unduh Gratisnya