Lifestyle / Male
Jum'at, 10 Mei 2024 | 10:41 WIB
Kolase Foto Anies Baswedan dan Ahok jadi perdebatan netizen soal Bapak Politik Identitas (Instagram.com)

Hal ini mengingat sebelumnya mereka harus butuh kartu-kartu berbeda untuk bisa mengakses transportasi berbeda. Tarif JakLingko maksimal Rp 10 ribu dengan tujuan ke mana saja.  
 
6. Sumur Resapan

Sumur resapan adalah salah satu karya Anies yang kontroversial. Ide dasarnya yakni Pemprov DKI ingin membuat air masuk ke dalam tanah. Kenyataannya, tak semua karakter tanah di Jakarta mampu menyerap air. Pada saat pembangunannya juga menuai kritik karena menyebabkan kemacetan di beberapa titik jalan.  

7. Rumah DP Rp 0 

Rumah DP Rp 0 juga merupakan program Anies yang banyak kontroversi. Pada masa kampanyenya, program itu direncanakan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Belakangan diketahui program itu ditujukan bagi masyarakat dengan penghasilan Rp 15 juta per bulan.

Program itu hingga kini terus berusaha direalisasikan hingga pada 21 September 2022 lalu Anies menyatakan jika sudah membangun sebanyak 2.332 unit hunian dengan skema DP Rp 0.  

Kinerja Ahok Ketika Jadi Gubernur DKI Jakarta

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Instagram @basukibtp)

Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 19 November 2014 sampai Mei 2017. Beberapa prestasi Ahok selama jadi orang nomor satu di Jakarta antara lain:

1. Gusur Lokalisasi Kalijodo

Penggusuran Kalijodo dilakukan pada 29 Februari 2016. Ketika itu, Ahok beralasan penggusuran area Kalijodo bukan karena praktek lokalisasi yang ada di sana. Melainkan area itu adalah tanah negara yang termasuk dalam garis hijau di pinggiran bantaran sungai. 

Kini, Kalijodo dialihfungsikan sebagai ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan seperti olahraga dan rekreasi.

Baca Juga: Kekayaan Heru Budi vs Anies Baswedan Selama Jadi Gubernur DKI, Beda Kenaikannya bak Bumi dan Langit

2. Relokasi Kampung Pulo

Pada tahun 2015, Ahok mendapat reaksi keras dari masyarakat terkait kebijakannya yang terlampau ‘berani’ dengan memindahkan warga di Kampung Pulo. Area Kampung Pulo sendiri berada di bantaran Kali Ciliwung.

Alasan Ahok melakukan relokasi ini adalah untuk normalisasi sungai dan menyelamatkan warga dari banjir. Setiap banjir, area Kampung Pulo selalu terendam mulai dari 1,5 meter hingga 2 meter. Hari ini, warga Kampung Pulo terlah berhasil direlokasi ke Rusun Sederhana Sewa yang ada di Jatinegara Barat.

3. Monas Bebas PKL

Sterilisasi kawasan Monas Jakarta dilakuan Ahok tahun 2015 lalu. Hal ini dikarenakan Ahok ingin mengembalikan lagi fungsi Monas sebagai tempat yang agung dan bebas dari (Pedagang Kaki Lima) PKL.

Tentu saja, kebijakan ini tidak langsung diterima dan mendapat penolakan dari pada pedagang. Meski begitu pada akhirnya Ahok berhasil mensterilkan Monas dari PKL dan membina para pedagang melalui program Lenggang Jakarta.

4. Pasukan Oranye

Pasukan Oranye merupakan satuan kerja yang dibentuk Ahok yang memiliki tugas serta tanggung jawab merawat dan memperbaiki fasilitas umum. Misalnya memunguti sampah yang dibuang sembarangan, menambal lubang-lubang di trotoar jalan dan masalah lain di ruang lingkup Ibu Kota Jakarta.

Para pekerja ini direkrut Ahok dari setiap kelurahan yang ada di DKI Jakarta yang jumlahnya sekitar 40-70 orang per kelurahannya. Melihat programnya berhasil, Ahok memindahkan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang berada di bawah dinas menjadi PPSU (Pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum).

5. Simpang Semanggi

Simpang Semanggi merupakan proyek yang digagas Ahok dengan anggaran yang didapat dari kewajiban pengembangan atas Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sebesar Rp579 Milliar. Proyek Simpang Semanggi adalah proyek pertama di Indonesia yang menggunakan struktur full precast melengkung (hiperbolik), dan terletak di atas tol dalam kota Jakarta. Proyek Simpang Semanggi ini diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 17 Agustus 2017.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Load More