Suara.com - Alya, anak tertua Rini Mariany (50), korban pembunuhan yang jasadnya dibuang menggunakan koper di Cikarang Barat, Bekasi menceritakan momen terakhirnya bertemu sang ibu. Ia tidak menyangka salamnya menjadi perkataan terakhir kepada Rini.
Hal itu diceritakan Alya dalam video podcast Close the Door yang tayang di kanal Deddy Corbuzier, 13 Mei 2024. Ia menjelaskan sempat mengucapkan salam 'dadah' kepada ibunya, sebelum jasadnya ditemukan dalam koper pada Kamis (25/4/2024) pagi.
"Terakhir kali (ketemu) itu masih biasa aja. Bahkan hari Selasa malam itu kita masih ngobrol di sofa terus mamah ketiduran," tutur Alya sambil menahan air mata.
Baca juga: Sikap Korban Pembunuhan Wanita Dalam Koper Bikin Cat Lover Pasang Badan
Baca juga: Akal-akalan Tersangka Arif Ingin Kelabui Polisi Usai Bunuh Rini Mariany
Ia tidak menyangka momen ini menjadi terakhir kalinya ia bertemu dengan sang ibu yang sudah dianggapnya sebagai teman sendiri.
"Terus aku bilang mah, mah ayo tidur ke kamar, udah malem, dadah. Aku gitu. Terakhir kali kayak gitu. Besoknya udah enggak ketemu," ungkap Alya kepada Deddy Corbuzier.
Anak pertama Rini tidak menyangka, ibunya akan dibunuh dengan cara keji hingga dimasukkan ke dalam koper. Alya sempat berpikir ibunya menghilang tidak ada kabar karena pergi bersama teman atau kecelakaan.
"Diluar ekspektasi banget, kirain mamah hilang ke temannya atau mamah kecelakaan. Sebelumnya kita udah cari mamah ke RS, ke IGD tetapi enggak ada," ujar Alya.
Ia menambahkan, "Itu hal yang enggak biasa banget pas mamah hilang kabar, enggak ada dari siang".
Belakangan diketahui, Rini tewas di tangan Ahmad Arif Ridwan Nuwloh alias AARN (28). Rini adalah karyawan bagian keuangan di PT Kobe cabang Bandung.
Sementara Arif merupakan auditor di kantor pusat PT Kobe. Arif sempat kembali kantor PT Kobe cabang Bandung usai membunuh dan membuang jasad Rini.
Seolah-olah tidak melakukan apa-apa, tersangka sempat bertemu Alya di kantor dan tidak menunjukkan rasa bersalah. Ia juga sempat menepuk pundak anak korban dan memintanya untuk bersabar.
"Pertama dia lempeng aja, masuk ke ruangan di situ ada aku, om sama atasannya mamah. Dia tiba-tiba masuk langsung, gimana-gimana udah ada kabar belum. Mukanya normal, menunjukkan empati seperti orang biasa," cerita Alya ketika bertemu Arif.
Arif juga menghasut anak korban untuk tidak lapor polisi. Ia bahkan menyudutkan suami korban.
Berita Terkait
-
Sikap Korban Pembunuhan Wanita Dalam Koper Bikin Cat Lover Pasang Badan, Tuntut Keadilan untuk Bu Rini!
-
Korban Menghilang 10 Hari Sebelum Dibunuh, Berikut Fakta Baru Pembunuhan Wanita Dalam Koper
-
Beda Peran Arif dan AT, Kakak dan Adik Tersangka Pembunuhan Wanita dalam Koper
-
Kasus Mayat dalam Koper: Dua Kali Berhubungan Badan, Motif Arif Bunuh dan Buang Rini Dalam Koper karena...
-
5 Fakta Rini Mariany: Korban Tewas Wanita dalam Koper, Sempat Minta Dinikahi Pelaku
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
7 Sunscreen untuk Pria Terbaik Anti Whitecast, Wajah Natural Tanpa Belang
-
Kekhawatiran Gula Anak Meningkat, Roti Berbasis Kini Stevia Jadi Pilihan Masyarakat
-
5 Pilihan Gel Moisturizer Wardah untuk Atasi Kusam hingga Breakout
-
6 Seri Puma Palermo Sedang Diskon Besar hingga Rp500 Ribu, Cek Daftar Harganya
-
Kapan Iduladha 2026? Cek Tanggal dan Jadwal Cuti Bersama Menurut SKB 3 Menteri
-
Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara
-
8 Kesalahan yang Bikin Mesin Cuci 1 Tabung Cepat Rusak, Ibu-ibu Harus Waspada!
-
5 Sabun Cuci Muka Glad2Glow untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
5 Sepeda Lipat Lokal Terbaik di Indonesia, Murah sampai Mewah Sesuai Bujet
-
5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh