Suara.com - Viral di media sosial penampakan suku Togutil Halmahera yang menampakkan diri ke para pekerja proyek. Berikut ini fakta suku Togutil Halmahera mulai dari tradisi, bahasa, ciri khas, dan mitosnya.
Penampakan suku Togutil Halmahera ini sedang ramai jadi perbincangan di jagat media sosial. Pasalnya, beberapa dari mereka menampakkan diri di hadapan para pekerja tambang untuk meminta makanan.
Kedatangan para suku Togutil Halmahera ini pun diabadikan oleh beberapa para pekerja tambang. Lantas video tersebut dibagikan ulang oleh akun @/folkshittmedia di Twitter/X pada hari Sabtu, 25 Mei 2024. Unggahan tersebut pun mendapat reaksi beragam dari warganet.
Diketahui bahwa Suku Togutil ini merupakan kelompok etnis yang tinggal di hutan-hutan secara nomaden di Halmahera Utara, Maluku Utara. Kehidupan sukuTogutil sesungguhnya sangat bersahaja dan jarang terekspose oleh publik.
Mereka menjalani hidup dengan memukul sagu, berburu rusa atau babi, mencari ikan, dan berkebun. Selain itu, mereka juga mengumpulkan tanduk rusa, damar, dan telur megapoda untuk dijual ke orang-orang di pesisir.
Mungkin ada yang ingin tahu dan penasaran dengan suku Togutil. Nah untuk lebih jelasnya, berikut ini fakta suku Togutil Halmahera mulai dari tradisi, bahasa, ciri khas, dan mitosnya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Tradisi Suku Togutil
Sistem kekerabatan suku Togutil ini sangat menjunjungi tinggi etika terutama terhadap orang tua, saudara atau kerabat. Oleh karena itu, suku Togutil memiliki tradisi jika berbahasa tidak sopan terhadap orang tua atau saudara atau kerabat di depan banyak orang, maka akan dapat sangsi.
Adapun sangsi yang diberikan berupa bayar denda (o bobangu) berbentuk uang sesuai dari keputusan kepala adat. Tradisi ini sudah berlangsung lama dijalankan suku Togutil sehingga mereka selalu mencoba bertutur kata dengan baik.
Tradisi lainnya yaitu dikenal dengan sebutan Bubugo. Biasanya tradisi Bubugo ini ditandai dengan rumah-rumahan berukuran kecil 50 x 50. Rumah-rumahan tersebut digantungkan pada botol yang diikat kain kecil.
Baca Juga: Ramai Anak Balita Terlindas Mobil di Sidoarjo, Publik Kecam Orang Tuanya yang Lalai
Penanda ini kemudian diletakkan pada setiap sudut jalan yang menuju kawasan terlarang, seperti kebun milik sendiri yang dinamakan Dumule atau kebun bersama yang dinamakan Dumule ngone mata-mata).
Jika ada yang berani mencuri hasil kebun atau memanen hasil kebun tanpa izin pemilik kebun, maka Ia akan menderita sakit atau akan mengalami hal tidak menyenangkan lainnya yang dapat membahayakan dirinya.
Bahasa Suku Togutil
Suku Togutil atau Suku Galela ini dipercaya mendiami wilayah Halmahera tersebut sejak berabad-abad silam. Adapun penggunaan bahasa Togutil yang digunakan sehari-hari yaitu bahasa Austronesia. Bahasa inilah yang membedakan suku Togutil dengan suku-suku lainnya di Halmahera.
Ciri Khas Suku Togutil
Salah satu ciri khas suku Togutil yaitu bahasanya karena menggunakan bahasa Austronesia. Bahasa ini juga yang membuat suku Togutil berbeda dengan suku-suku lainnya. Selain itu, ciri khas lainnya yaitu dari wajahnya yang hampir mirip bule.
Mitos Suku Togutil
Ada mitos bahwa ada kelompok dari suku Togutil yang kanibal. Hal ini lantaran beberapa kali ditemukan beberapa orang yang tewas dengan perut terkoyat dan bagian dalamnya menghilang. Konon isi perutnya dijadikan makanan oleh mereka.
Cerita kanibalisme dari suku Togutil ini memang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Halmahera. Psalnya korban korban tewas yang di temukan, sering kali sudah terpotong-potong, dan bahkan isi perutnya juga kerapkali hilang.
Demikian ulasan mengenai fakta suku Togutil Halmahera mulai dari tradisi, bahasa, ciri khas, dan mitosnya. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi
-
Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT
-
Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga
-
Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
-
Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka
-
2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?
-
Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek
-
Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?