Suara.com - Debat panas terkait politik dinasti dan human rights turut menyeret keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarga Jenderal Hoegeng.
Pasalnya, keluarga Jokowi dinilai sebagai simbol dari politik dinasti dan nepotisme lantaran keluarganya mendapat karpet merah untuk berkarier di perpolitikan Tanah Air.
Sedangkan keluarga Jenderal Hoegeng harus berjuang dari nol dan tak memanfaatkan privilese keluarga untuk berkarier.
Lantas, kenapa keluarga Jokowi dan keluarga Hoegeng bisa menjadi simbol atas dua hal yang saling berlawanan.
Apa yang sebenarnya dimaksud dengan nepotisme dan human rights?
Keluarga Jokowi: Sebagai simbol definisi nepotisme
Sosok yang membandingkan keluarga Jokowi dengan keluarga Jenderal Hoegeng tak lain adalah sutradara kondang, Dandhy Laksono.
Sutradara yang naik daun berkat film Dirty Vote tersebut sontak membandingkan keluarga Jenderal Hoegeng yang menjadi wujud human rights.
"Ini bedanya "Human Rights" dan nepotisme," cuit Dandhy Laksono.
Baca Juga: Bagaskara Ikhlasulla Arif Anak Siapa? Keponakan Jokowi Kini Jadi Manajer Pertamina
Tak heran jika Dandhy memandang keluarga Jokowi sebagai wujud nepotisme.
Sebab jika merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nepotisme didefinisikan sebagai perilaku yang memperlihatkan kesukaan yang berlebihan kepada kerabat dekat.
KBBI juga mendefinisikan nepotisme di dalam konteks politik sebagai kecenderungan untuk mengutamakan (menguntungkan) sanak saudara sendiri, terutama dalam jabatan, pangkat di lingkungan pemerintah.
Senada dengan definisi nepotisme tersebut, keluarga Jokowi memang mayoritas terjun ke politik.
Putra sulung Jokowi, yakni Gibran Rakabuming Raka terbilang beruntung lantaran bisa menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.
Gibran juga kekinian berhasil menjadi Wakil Presiden RI terpilih usai maju mencalonkan diri bersama Prabowo Subianto.
Berita Terkait
-
Bagaskara Ikhlasulla Arif Anak Siapa? Keponakan Jokowi Kini Jadi Manajer Pertamina
-
Soal Kaesang di Pilgub Jakarta, Politisi PDIP Ini Bilang Menarik dan Dipertimbangkan Jokowi
-
Kritik Telak Ormas Keagamaan Kebagian 'Jatah' Tambang, Hasto PDIP Sebut Rezim Jokowi Mirip Zaman Kolonial Belanda
-
Bantah Bentuk Tim Transisi Jelang Jokowi Lengser, Prabowo: Adanya Asistensi-Sinkronisasi
-
Beda Pendidikan Bagaskara Ikhlasulla Arif vs Budi Djiwandono, Keponakan Jokowi dan Prabowo Sama-sama Jadi Sorotan
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS
-
Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho