Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, mengkritik kebijakan pemerintah soal pembagian konsesi tambang kepada ormas keagamaaan lantaran dinilainya mirip dengan praktik era pemerintah kolonial Belanda.
Awalnya Hasto menyinggung lahirnya Pancasila yang dijelaskan oleh Bung Karno. Menurutnya, kemanusiaan memiliki dua perspektif, yakni melawan berbagai bentuk penjajahan dan membangun persaudaraan dunia.
“Jadi, kalau sekarang hanya untuk berbicara dibungkam dengan hukum, itu kolonialisme baru. Betul enggak? Ini yang terjadi,” kata Hasto dalam diskusi peringatan Hari Lahir Bung Karno di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2024).
“Jadi kemudian kemanusiaan melawan berbagai bentuk penjajahan agar rakyat Indonesia merdeka," sambungnya.
Ia menyampaikan, perspektif kemanusiaan mencakup perlawanan terhadap penjajahan mental, ekonomi, dan politik. Tujuan akhirnya, kata dia, adalah keadilan dan penghapusan kemiskinan dalam Indonesia yang merdeka.
“Maka wajib bagi kader-kader PDIP untuk memiliki visi geopolitik Soekarno. Itu lahir dari dialektika dan tentang Pancasila yang berlatar dari falsafah pembebasan petani nelayan dan buruh,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa Pancasila harus bersifat progresif karena mengandung nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
"Ketika kita berbicara Pancasila, jadi mengapa Pancasila itu harus progresif, karena ada kemanusiaan, ada keadilan sosial disitu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasto juga menyinggung pandangan Proklamator Ir Soekarno tentang penggabungan hasil dari masyarakat, kapitalisme, dan imperialisme modern.
Baca Juga: Bantah Bentuk Tim Transisi Jelang Jokowi Lengser, Prabowo: Adanya Asistensi-Sinkronisasi
Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak hanya mengolah sumber bahan mentah dan pasar bagi produk luar negeri.
Atas dasar itulah, Hasto menilai kebijakan pemerintahan Joko Widodo membagi-bagikan konsesi tambang kepada ormas keagamaan mirip dengan cara-cara pemerintah kolonial Belanda menjajah Indonesia.
“Jadi, kalau tambang sekarang dibagi-bagi, ini cara pandangnya masih cara pandang kolonialisme Belanda itu bukan cara pandang falsafah Bung Karno,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sudah Periksa 2 Pelapor Hasto PDIP, Polisi: Kasus ITE dan Penghasutan!
-
Puan Kepincut Anies buat Pilgub Jakarta, Hasto PDIP Sebut Pramono Anung dan Andika Perkasa, Begini Katanya!
-
Takut Kualat jika Mangkir, Hasto PDIP Ngaku Belum Terima Surat Panggilan KPK: Saya Sudah Kosongin Jadwal
-
Siap Hadir di KPK Demi Megawati, Hasto PDIP: Kualat Saya Kalau Mangkir!
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi