Suara.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto akan kembali mengorbankan hewan sapi untuk momen Idul Adha 2024 tahun ini. Sapi kurban milik Prabowo ini menjadi sorotan karena ukurannya yang tak biasa dan harganya hampir Rp1 miliar.
Melalui akun Instagram @jagadtaani diketahui bahwa pada lebaran Idul Adha tahun 2024 ini, Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih, Prabowo Subianto akan mengorbankan Sapi Douglas yang memiliki bobot hingga 1,3 ton.
Sebelumnya, di tahun 2023 lalu Prabowo juga sempat menarik perhatiaan dengan jumlah sapi kurbannya yang mencapai 32 ekor. Sapi-sapi tersebut ia kurbankan untuk warga di sekitar kediamannya, Hambalang.
Lantas, apa yang menarik dari sapi kurban milik Prabowo kali ini? Berikut informasinya.
Fakta menarik sapi kurban Prabowo
Tak hanya beratnya yang fantastis, harganya pun tak kalah membuat terpana, ini dia berbagai fakta menarik terkait sapi kurban milik Prabowo Subianto.
1. Harganya setengah miliar
Prabowo Subianto diketahui membeli sapi Douglas Angus Item ini dari Lestari Farm dengan harga Rp500 juta atau setengah miliar.
Sapi tersebut menarik perhatiannya ketika dipamerkan dalam “Kontes & Expo Sapi APPSI” di Kemayoran, Jakarta beberapa waktu lalu.
2. Dibeli tanpa negosiasi
Firman, sebagai pengurus Lestari Farm menyebutkan bahwa pihak dari Prabowo tidak melakukan negosiasi usai ia memberi tahu bahwa sapi berusia enam tahun ini dibanderol dengan harga mencapai Rp500 juta.
3. Sapi dari Skotlandia
Sapi jenis Angus atau Aberdeen Angus ini merupakan hewan yang berasal dari dataran tinggi Skotlandia.
Ciri khas dari sapi ini adalah bulunya yang keriting berwarna hitam, tidak memiliki tanduk dan punuk.
4. Terkenal akan dagingnya yang empuk
Sapi pilihan Prabowo Subianto ini cukup populer di kalangan sapi pedaging. Hal ini tidak terlepas dari kualitas dagingnya yang padat dengan tekstur yang empuk.
Jenis sapi ini memang tidak diperuntukkan sebagai sapi perah sehingga mereka dipelihara untuk memiliki daging yang empuk.
5. Bukan satu-satunya
Tak hanya satu, Prabowo Subianto juga diketahui membeli enam sapi monster lainnya. 4 dari 6 ekor sapi yang dibeli dari MD Farm Sukabumi ini diketahui akan disembelih di Sukabumi.
Keenam sapi tersebut merupakan jenis Limousin, Brangus, dan Simental dengan berat rata-rata mencapai 6 ton.
Damar selaku petugas di MD Farm mengaku bahwa lapaknya sudah dipercaya Prabowo sejak tahun 2019.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Apa Bedanya Lip Balm dan Lip Serum? Ciptakan Bibir Sehat dan Cantik
-
Tak Lagi Cuma untuk Olahraga, Ini Alasan Athleisure Makin Jadi Andalan Outfit Harian
-
8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan
-
7 Tips agar Outsole Sepatu Lari Awet, Tidak Cepat Gundul dan Tetap Nyaman Dipakai
-
Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
-
4 Cushion Terbaik untuk Kulit Berminyak, Hasil Matte dan Oil Control Tahan Lama
-
Apa Itu Longevity dalam Parfum? Ini 4 Pilihan dengan Aroma Tahan Lama
-
Good Duck Hadirkan 'Ducks After Dark': Ruang Refleksi yang Aman, Ringan dan Menyenangkan
-
3 Lipstik Wardah Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Tidak Lengket, Transferproof dan Tahan Lama
-
Mengapa Hotel Sultan Jakarta Dieksekusi? Ini Sejarah dan Akar Sengketa